
SOLO, suaramerdeka.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Surakarta merenovasi Joglo Sriwedari. Renovasi ini juga melibatkan komunitas-komunitas yang ada di kawasan itu.
"Anggaran kami sangat sedikit, jadi kami melibatkan sekitar 10 komunitas di sini. Dan mereka sengkuyung mau bersama-sama merenovasi joglo sekaligus menata kawasan ini," kata Kepala Disbudpar, Widdi Srihanto, Jumat (10/2) pagi tadi.
Renovasi terhadap Joglo Sriwedari, ujar Widdi, tidak dilakukan secara menyeluruh. Maksudnya, hanya sejumlah titik-titik tertentu di bangunan tersebut yang dinilai mendesak untuk diperbaiki. Widdi mencontohkan, dengan tiang-tiang bangunan joglo yang dinilai warna catnya sudah kusam.
"Tiang-tiang joglo kami cat ulang agar tampak segar kembali. Selain itu instalasi listrik pun kami benahi, diganti yang lebih modern karena saat ini hanya menggunakan satu saklar. Ini cukup boros karena lampu harus dinyalakan semua," tuturnya.
Selain melibatkan komunitas yang ada, penataan kawasan Sriwedari juga melibatkan unsur akademisi. Pihak AUB Surakarta sudah menyatakan diri untuk ikut membantu memperbaiki patung Gatutkaca Gandrung di depan Joglo yang patah pada bagian tangan kanannya.
Sebagai langkah awal, pagi tadi, seluruh pegawai di lingkungan Disbudpar melakukan kerja bakti bersama di lingkungan Joglo Sriwedari. Mereka menyapu dan merapikan kawasan tersebut. "Ini bagian dari rencana kami untuk menata kawasan Joglo Sriwedari. Harus diakui masih ada kesemrawutan di beberapa titik," jelas pria berkacamata ini.
( Gading Persada / CN31 / JBSM )