
YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kondisi kepariwisataan Kabupaten Sleman yang sempat terpuruk akibat bencana Merapi, kini mulai pulih. Pada 2010 lalu, tercatat penurunan jumlah wisatawan di wilayah ini sebesar 9,4 persen. Namun pada 2011, jumlahnya naik sekitar 1,6 persen.
"Sepanjang 2011 lalu ada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Kendati persentasenya tidak terlampau tinggi, tapi ini bisa menjadi penanda kembali cerahnya iklim pariwisata di Sleman," papar staf ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Harjito.
Untuk memulihkan kondisi pascaserupsi, kegiatan pariwisata difokuskan pada penataan kembali objek yang rusak akibat bencana tersebut. Meningkatnya jumlah wisatawan, kata dia, turut didorong dengan keberadaan objek lava tour di kawasan Cangkringan.
"Selain penyelenggaraan berbagai even, pemulihan juga kami lakukan lewat penataan kawasan. Contohnya di Cangkringan yang kini jadi salah satu objek wisata favorit," ujarnya.
Secara umum, pengembangan wisata di Sleman ditekankan pada beberapa aspek di antaranya pendidikan, agro, atraksi, dan sejarah. Karenanya, promosi wisata tidak hanya diorientasikan pada pameran produk wisata. Namun, disinergikan dengan promosi produk kerajinan.
Menyikapi tren desa wisata, dia meminta agar keberadaannya terus dikembangkan. "Pengembangan desa wisata mendesak untuk dilakukan. Kontribusinya terhadap bidang pariwisata tidak bisa dianggap remeh, tahun lalu bahkan berhasil menyedot 65 ribu wisatawan," tandasnya.
( Amelia Hapsari / CN31 / JBSM )