
TASIKMALAYA, suaramerdeka.com - Polisi menangkap 96 orang imigran gelap asal Afganistan dan Iran yang hendak menyeberang lautan wilayah Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, menuju perairan Australia, Sabtu (4/2).
Kepala Polres Tasikmalaya, AKBP Irman Sugema mengatakan, 91 orang imigran ditampung di aula markas Polres Tasikmalaya untuk dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian sebelum diserahkan kepada pihak imigrasi. Lima orang di antaranya menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tasikmalaya karena kondisi kesehatannya kurang baik setelah sempat terapung di lautan karena kapal yang ditumpangi karam.
Dia menerangkan, para imigran terbagi dua rombongan menggunakan bus umum "Merdeka" dan beberapa kendaraan mobil biasa. Rombongan bus yang ditumpangi sebanyak 49 orang imigran terjaring razia polisi sehingga tidak sempat tiba ke kawasan Pantai Cipatujah. Sementara rombongan imigran lainnya tidak terjaring operasi hingga berhasil menumpang kapal.
Namun di tengah lautan, kapal yang ditumpangi 47 orang ditambah dua ABK tiba-tiba bocor. Kemudian mesin kapal mengalami kerusakan dan tenggelam. "Jadi ketika ditemukan di laut itu kapal sudah terbalik, tapi penumpangnya berhasil dievakuasi," katanya.
Para imigran korban kapal karam langsung ditampung di Markas Polair Cipatujah yang selanjutnya dibawa ke Markas Polres Tasikmalaya menggunakan dua kendaraan minibus. Mereka yang ditampung di Markas Polres Tasikmalaya akan diserahkan kepada pihak imigrasi dan Organisiasi Imigrasi Internasional (IOM) yang bertanggung jawab menangani imigran.
( Ant / CN31 )