
JAKARTA, suaramerdeka.com - Organisasi pengacara Tekad Indonesia siap mendukung siapapun yang terpilih menjadi Ketua Mahkamah Agung (MA), sejauh proses pemilihan dilakukan secara fair tanpa ada politik uang, konsesi-konsesi tertentu dalam bentuk apapun dalam proses sebelum ataupun sesudah pemilihan.
"Kami memandang bahwa politik uang dalam pemilihan ketua MA sama saja MA sedang menggali liang kubur untuk dirinya sendiri," kata Ketua Tekad Indonesia, Dr Juniver Girsang SH MH dalam rilis yang diterima suaramerdeka.com, Jumat (3/2).
Diakuinya, Tekad memandang penting pemilihan ketua MA, tidak semata-mata diletakkan pada an sich pergantian pucuk pimpinan secara periodik, melainkan juga harus dilihat sebagai momentum perubahan yang lebih baik dari periode sebelumnya.
Menurutnya, perubahan-perubahan itu seyogyanya menggunakan tolok ukur dari tugas dan fungsi yang diamanatkan kepada MA di antaranya fungsi peradilan, fungsi pengawasan, fungsi mengatur, fungsi administratif dan fungsi lain-lain berdasarkan undang-undang.
"Kami mendukung Ketua MA yang baru harus memiliki kepemimpinan yang kuat (strong leadership) dalam memangku tanggung jawab besar memperbaiki kinerja MA kedepan, serta memiliki komitmen yang tinggi untuk melakukan reformasi di tubuh MA sebagaimana telah dituangkan dalam blue print pembaharuan Mahkamah Agung 2010-2035," paparnya.
Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada Komisi Yudisial, masyarakat luas dan media pers, untuk berkonsentrasi sejenak memantau proses pemilihan Ketua Mahkamah Agung meskipun sifatnya adalah pemantauan eksternal
Seperti diketahui, tanggal 8 Februari 2012 mendatang, Mahkamah Agung akan menyelenggarakan perhelatan akbar untuk memilih Ketua MA yang baru menggantikan Harifin Andi Tumpa yang akan memasuki masa pensiun pada 1 Maret 2012.
( RED , Andika Primasiwi / CN26 / JBSM )