
SEMARANG, suaramerdeka.com - Satu lagi kasus perampasan motor dengan korban meninggal terjadi pada Minggu (29/1) dini hari. Korban bernama Ahmad Rifa'i (19) warga Dukuh Krajan Lor RT 01 RW 10, Kelurahan Brambang, Kecamatan Karangawen, Demak.
Rifa'i menjadi korban pembunuhan ketika menonton trek-trekan di sekitar Perumahan Pondok Indah, dekat pintu gerbang Jalan Pondok Indah Raya, Kelurahan Palebon, Pedurungan, sekitar pukul 02.30.
Kesaksian teman korban Abdul Latif (19) saat itu keduanya berniat menghabiskan malam minggu dengan menonton balap motor liar di Jalan Soekarno-Hatta. Dengan sepeda motor sendiri-sendiri, sekitar pukul 22.00 keduanya berangkat dari Karangawen Demak.
Diingatnya sekitar pukul 00.00 keduanya masih asyik menonton. "Kami nonton sambil jalan-jalan naik motor," kata Latif.
Namun di tengah perjalanan, Rifa'i yang mengendarai Yamaha Vixion warna merah perak H 2938 GN tiba-tiba hilang. Latif pun berusaha mencari dengan GL Pro-nya. Sampai di Jalan Pondok Indah Raya, saksi kaget melihat sesosok tubuh tergeletak berlumuran darah. "Ketika mendekat, ternyata itu Rifa'i. Motornya sudah tidak ada," jelasnya.
Saat ditemukan, terdapat luka akibat senjata tajam di sekujur tubuh korban. Di antaranya luka sabetan memanjang di punggung atas, luka tusuk di punggung belakang hingga tembus rongga perut dan tiga luka bacok di kepala hingga menembus tulang tengkorak. Korban sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, sebelum akhirnya tewas sekitar pukul 07.00.
( Anton Sudibyo / CN32 / JBSM )