panel header
CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 Januari 2012 | 08:25 wib
Sejumlah Elemen Gelar Aksi Tuntut Penetapan APBD


BLORA, suaramerdeka.com -
Sejumlah elemen kelompok masyarakat di Blora pagi ini, Minggu (29/1), akan menggelar aksi damai di alun-alun. Agendanya, menuntut percepatan pembahasan dan penetapan APBD 2012.

Sebagaimana diketahui hingga kini Pemkab bersama DPRD belum melakukan pembahasan APBD 2012. Padahal keduanya berulang kali berkomitmen bakal menetapkan APBD tahun ini lebih cepat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Kami bersama beberapa organisasi lainnya sepakat mendorong percepatan pembahasan dan penetapan APBD. Kami gelar aksi damai di alun-alun, pagi ini," ujar M Hamdun, salah seorang aktivis Lembaga Penelitian dan Aplikasi Wacana (LPAW) Blora, Minggu (29/1).

Menurut Hamdun aksi damai bakal diikuti para aktivis dan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang sevisi.

Selain menuntut percepatan penetapan APBD, para aktivis tersebut mendesak APBD yang dihasilkan kelak berisi program program yang pro rakyat. Sebab mereka menilai alokasi anggaran untuk warga miskin dalam dokumen awal RAPBD berupa Kebijakan Umum Anggaran dan Perhitungan Prafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) masih minim.

"Dari telaah yang kami lakukan, anggaran yang langsung tertuju untuk warga miskin tak lebih dari Rp 20 miliar. Itu pun  masih sebatas anggaran subsidi. Yaitu, pendamping BOS sebesar Rp 7,9 miliar dan Jamkesda Rp 10 miliar," tandas Ahmad Solikin, salah seorang peneliti dari LPAW.

Menurutnya angka tersebut masih bisa berkurang jika dalam pembahasan RAPBD, eksekutif dan legeslatif tak sepakat dengan angka sebesar itu. Terbukti, kata Solikin, tahun 2011 pendamping bos juga sangat minim.

Dia menuturkan Pemkab Blora belum memberikan alokasi anggaran yang memadai yang langsung bisa dinikmati warga miskin. Baik itu berupa, pemberian modal usaha (pertanian dan sektor lainnya) ataupun peningkatan kemampuan (skill usaha).

( Abdul Muiz / CN33 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
23 Februari 2012 | 08:36 wib
Dibaca: 48
23 Februari 2012 | 08:26 wib
Dibaca: 57
23 Februari 2012 | 08:16 wib
Dibaca: 71
23 Februari 2012 | 08:05 wib
Dibaca: 74
23 Februari 2012 | 07:55 wib
Dibaca: 73
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
21 Februari 2012 | 15:30 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
FOOTER