
KUDUS, suaramerdeka.com - Tahun ketiga pelaksanaan festival Pati Ayam pada tahun ini yang dilaksanakan 27-28 Januari, semburat harapan agar Desa Terban, Kecamatan Jekulo yang saat ini menyandang status rintisan desa wisata, bisa segera terealisasi menjadi desa wisata.
Sulasih, warga Desa Terban mengatakan, harapan masyarakat Desa Terban yaitu supaya Desa Terban segera ditahbiskan menjadi desa wisata. ''Harapan masyarakat ini semoga segera terwujud,'' katanya.
Istri Suhadi, kepala Desa Terban itu menambahkan, selain perwujudan sebagai desa wisata, hal lain yang diharapkan segera terwujud yaitu punya ruang tersendiri untuk fosil-fosil yang dimiliki Situs Pati Ayam. ''Rencananya akan dibuatkan rumah fosil, namun yang paling pas sebenarnya ya museum,'' ujarnya.
Sholikul Huda, ketua panitia festival Pati Ayam mengutarakan, antusiasme masyarakat semakin meningkat dibanding pagelaran serupa pada dua tahun pertama. ''Tahun ini lebih meriah. Tahun-tahun sebelumnya cuma sarasehan saja.''
Untuk tahun ini, tidak hanya sarasehan yang bertujuan sebagai ruang penyadaran akan potensi wisata dan kepariwisataan secara umum, tetapi juga diisi dengan atraksi-atraksi budaya. ''Berbagai pementasan yang digelar dalam festival Pati Ayam tahun ini yaitu visualisasi manusia purba, pentas tari, pembacaan puisi, dan pementasan teater.''
Selain keterlibatan masyarakat dalam festival Pati Ayam tahun ini, para pejabat dan budayawan Kota Keretek juga banyak yang hadir sebagai dukungan moral terhadap pengembangan Situs Pati Ayam. Mereka antara lain Budiyono (Wakil Bupati Kudus), Hj Tri Erna Sulistyowati (Ketua DPRD Kudus), Hadi Sucipto (Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan), dan Aris Junaidi (Ketua Dewan Kesenian Kudus).
( Rosidi / CN34 / JBSM )