
KUDUS, suaramerdeka.com - Peran dokter sebagai tenaga medis harus mampu menjalankan hubungan yang baik, serta menciptakan komunikasi dengan pasien agar mereka dapat termotivasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus, Dokter Hilal Ariadi MKes saat kegiatan pelantikan 43 pengurus IDI dan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) periode 2011 - 2014 di Hotel Kenari Kudus kemarin. Dalam kesempatan ini pihaknya juga menjelaskan hal ini tentunya juga berlaku pada kepengurusan IDI dan MKEK yang baru. "Pada prinsipnya pelayanan medis yang dilakukan dokter pada masyarakat harus terus dikembangkan," katanya.
Terkait dengan pelantikan sejumlah pengurus baik IDI maupun MKEK memililki sejumlah tujuan, yaitu Memadukan segenap potensi dokter Indonesia, meningkatkan harkat, martabat, dan kehormatan profesi kedokteran. "Kemudian mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, serta meningkatkan derajat kesehatan menuju masyarakat sehat dan sejahtera," terangnya.
Selanjutnya, misi yang ada di IDI sendiri adalah membina dan mengembangkan kemampuan profesi termasuk advokasi kesehatan, profesi dan pelaku pengubah bagi para anggota. "Memelihara dan membina terlaksananya sumpah dokter dan kode etik kedokteran Indonesia," jelasnya.
Disamping itu IDI juga ingin meningkatkan mutu pendidikan profesi kedokteran, penelitian dan pengembangan ilmu kedokteran. "Serta ilmu-ilmu yang berhubungan dengan dunia kedokteran," imbuhnya.
Bahkan dalam perkembangannya yaitu bermitra dengan pemerintah dalam pengembangan kebijakan dan dalam program-program kesehatan. "Membantu masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatannya," katanya.
( Ruli Aditio / CN34 / JBSM )