
WASHINGTON, suaramerdeka.com - Kokain seberat 16 kg dikirim kepada markas besar Persatuan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS). Kokain yang diselundupkan dalam buku tersebut dikirimkan oleh orang tak dikenal. Ditaruh dalam kantong diplomatik berlogo PBB.
Kokain dalam kantung tersebut diterima oleh bagian surat-menyurat di markas PBB. Berwarna putih dengan logo biru PBB.
Logo PBB yang tercetak pada kantong diplomatik tersebut terlihat berbeda dan akhirnya diketahui bahwa logo tersebut palsu. Setelah dibongkar, ditemukan sejumlah buku catatan di dalamnya. Namun ketika buku tersebut dibongkar, ditemukan kokain
Jika ditaksir, kokain tersebut seharga dengan US$ 2 juta atau sekitar Rp 17,9 miliar. Demikian seperti dilansir oleh Daily Mail, Sabtu (28/1).
Paket ini diterima tanpa ada nama dan alamat pengirim maupun orang yang dituju. Namun diketahui bahwa paket kokain ini dikirim oleh seseorang dari Mexico City, Meksiko melalui Cincinnati.
"Pemahaman saya karena tidak ada alamatnya, maka DHL (jasa pengiriman) berpikir 'Baiklah, karena ada logo PBB maka kita akan menyerahkannya kepada markas PBB dan biarkan mereka yang menentukan siapa yang berhak menerimanya'. Tapi saat ini, seseorang di Meksiko tengah dalam masalah, karena mengirimkan kokain dalam jumlah besar," terang juru bicara Kepolisian New York, Paul Browne.
( dtc / CN32 )