panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
26 Januari 2012 | 23:59 wib
Simulasi Penanganan Unjuk Rasa
Anarkis, Pendemo Bakar Mobil dan Motor
image

BARIKADE POLISI: Polisian membuat barikade untuk menghalau para pengunjuk rasa dalam kegiatan simulasi latihan penanggulangan unjuk rasa tahun 2012 di kompleks PRPP Semarang, hari ini (26/1). (suaramerdeka.com/Leonardo Agung)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ratusan warga melakukan unjuk rasa menuntut ganti rugi tanah di depan Kantor PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX Semarang, hari ini (26/1). Demo yang semula berjalan tertib berubah menjadi ricuh ketika proses negosiasi yang dilakukan pihak PTPN IX dengan pengunjuk rasa menemui jalan buntu. Aparat keamanan dari Polsek Semarang Barat yang melakukan pengamanan demo terpaksa meminta bantuan personel Dalmas Polrestabes Semarang untuk mengendalikan massa.

Namun kedatangan personel tambahan dari Polrestabes Semarang ini tidak membuat warga yang melakukan unjuk rasa gentar. Konsentrasi massa yang semakin banyak akhirnya memicu jalannya demo yang semula tertib berubah menjadi anarkis dan tidak terkendali.

Massa mulai melakukan perusakan terhadap fasilitas umum yang mereka temui di jalan. Bahkan sebuah mobil dan satu unit sepeda motor menjadi sasaran amuk massa dan dibakar.

Melihat situasi semakin tak terkendali, pihak kepolisian dari Polrestabes Semarang segera meminta bantuan tambahan personel dari Polda Jateng untuk mengendalikan massa. Untuk mengamankan kantor PTPN IX, polisi melakukan pengamanan berlapis dengan memasang kawat berduri dan mengerahkan pasukan polisi berkuda dan anjing pelacak.

Setelah langkah-langkah halus tidak digubris massa, polisi akhirnya mengambil tindakan tegas untuk membubarkan massa dengan menggunakan tembakan gas air mata dan menyemprot massa dengan air menggunakan mobil Water Cannon.

Ya, peristiwa tersebut merupakan simulasi latihan penanggulangan unjuk rasa tahun 2012 untuk meningkatkan kemampuan personel dalam melaksanakan tugas guna mewujudkan Kamtibmas yang kondusif di kompleks PRPP Semarang.

Kapolda Jateng Irjen Pol Didiek Sutomo Triwidodo mengatakan, dalam menangani unjuk rasa, polisi harus melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur. Mulai dari cara yang halus seperti negosiasi hingga tindakan tegas. "Simulasi penanganan unjuk rasa ini perlu dilatih secara rutin untuk meningkatkan kemampuan polisi serta menghindari adanya korban jiwa baik dari pengunjuk rasa maupun petugas. Selain itu juga untuk menghindari tindakan yang merugikan kepentingan umum," tandasnya.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Elan Subilan menambahkan, simulasi serta latihan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dalam bertugas terutama kepada polisi yang bertugas mengatasi huru hara massa. Langkah yang diutamakan adalah tanpa memakai kekerasan sehingga tidak terjadi benturan antara polisi dengan warga. "Penanganan seperti inilah yang ingin kami pupuk dan diterapkan kepada anggota," kata Kapolrestabes.

( Leonardo Agung , Anton Sudibyo / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 14:09 wib
Dibaca: 62
27 Mei 2012 | 13:40 wib
Dibaca: 155
27 Mei 2012 | 13:20 wib
Dibaca: 272
27 Mei 2012 | 13:05 wib
Dibaca: 128
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER