
JAKARTA, suaramerdeka.com - Salah satu kandidat Ketua Mahkamah Agung (MA), Hatta Ali berjanji tidak akan melakukan lobi-lobi door to door dan politik uang dalam pemilihan yang akan diselenggarakan 8 Februari 2012 mendatang.
Ketua Muda Pengawasan MA ini menegaskan, tidak mungkin melakukan politik uang karena Hakim tidak akan tergoda politik seperti itu. "Kalau soal duit rasanya tidak ada. Hakim Agung itu kan semua tangguh, intelektual. Jadi hal itu tidak mungkin terjadi," katanya di Jakarta, Kamis (26/1).
Hatta tidak secara terus terang kalau siap maju untuk menjadi orang pertama di MA menggantikan Harifin Andi Tumpa. "Sebenarnya calon itu nggak ada, yang usul itu ya pemilih, rekan sendiri. Kita nggak ada istilah calon," tegasnya.
Menurut dia, yang terpilih menjadi Ketua MA ke depan tentu yang terbaik menurut pandangan para hakim agung. Dirinya tidak mau berandai-andai apa yang akan dilakukan jika memang terpilih nantinya. "Ini yang susah, tidak bisa berandai-andai. Kita banyak calonnya dan banyak pilihan bagi pemilih," tutur hakim agung kamar pidana tersebut.
MA akan memilih ketuanya seiring pensiunnya Harifin Andi Tumpa per 1 Maret 2012. Pemilihan akan dilangsungkan pada 8 Februari 2012 dengan jumlah pemilih 54 hakim agung. Sebanyak sembilan hakim agung yang memiliki jabatan struktural masuk bursa kontestan ini. Mereka yaitu Abdul Kadir Mappong, Ahmad Kamil, Paulus Effendi Lotulung, Artidjo Alkostar, Andi Syamsu Alam, Mohammad Saleh, Imron Anwari, Widayatno Sastro Hardjono dan Hatta Ali.
( Budi Yuwono / CN31 / JBSM )