
KERJA BAKTI: Warga Desa Tasikagung Kecamatan Rembang Kota tengah kerja bakti membersihkan sampah dan reruntuhan talud yang diterjang ombak besar Rabu siang. (suaramerdeka.com/ Mulyanto Ari Wibowo)
REMBANG, suaramerdeka.com - Gelombang "tsunami kecil" kembali melanda Kawasan Bahari Terpadu (KBT) Desa Tasikagung Kecamatan Rembang Kota Rabu (25/1) dini hari. Selain memporak-porandakan talud pembatas antara jalan perkampungan dengan laut, ombak besar juga mengakibatkan areal urugan di utara Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung kembali ambrol.
Jasman warga Tasikagung mengatakan, ombak besar mulai datang sejak Selasa (24/1) sore. Namun, ombak mirip tsunami kecil mulai menerpa kawasan KBT Tasikagung dan sekitarnya sejak Rabu (25/1) dini hari.
"Ombak lebih tinggi dibandingkan ombak tanggal 9 Januari lalu. Tanggal 9 Januari lalu, ombak besar juga sempat merusakkan talud pembatas antara jalan dengan laut," terang dia.
Dia mengatakan, selain menghancurkan talud, ombak juga sempat masuk ke rumah warga. "Ombak bahkan sampai masuk ke rumah warga. Persis seperti tsunami kecil. Untung tidak ada kerusakan di rumah warga. Kami selama puluhan tahun tinggal disini, belum pernah mengalami kejadian ombak masuk ke rumah seperti ini sebelumnya," terang dia.
Joko warga lain mengatakan, pada Rabu pagi warga langsung melakukan kerja bakti untuk membersihkan kotoran dan reruntuhan talud yang berserakan di jalan. "Reruntuhan talud berupa pasir dan batu berserakan di jalan kampung. Selain itu juga banyak sampah yang dibawa oleh ombak semalam," terang dia.
Ombak besar diperkirakan masih akan berlangsung di pesisir Rembang beberapa hari ke depan. Warga sekitar pun bersiap mengantisipasi kemungkinan ombak susulan.
( Mulyanto Ari Wibowo / CN33 / JBSM )