
TONDANO, suaramerdeka.com - Keluarga Lindy Melissa Pandoh, seorang PNS yang menjadi korban perkosaan dan pembunuhan keji oleh mantan satpol PP, mengaku tidak dendam pada pelaku pembunuhan.
Dr Max Ruindungan, kerabat Lindy yang membawakan ucapan selamat datang kepada para pelayat di rumah duka, mengatakan, keluarga sangat terpukul atas kejadian tragis yang menimpa Lindy.
"Kami terpukul dengan kejadian ini, namun keluarga tidak dendam pada pelaku. Pihak keluarga meminta ada gerakan anti kekerasan agar kejadian yang menimpa anak kami ini tidak terjadi lagi," ujar Max Ruindungan.
Mengerikan memang yang terjadi pada Lindy, jenazahnya ditemukan tewas dalam kondisi telanjang dan penuh tusukan dalam sebuah mobil.
Sebelumnya di jejaring sosial beberapa komentar sempat muncul, minta supaya pelaku dihilangkan nyawanya dengan cara keji. Bahkan dikabarkan rumah tersangka Winzy di Minahasa mendapat serangan dari orang tak dikenal.
( trb / CN32 )