
SEMARANG, suaramerdeka.com - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) membuka peluang 50 ribu tenaga kerja untuk mendukung percepatan pengembangan proyek Rice & Food Estate seluas 200 ribu hektare yang tersebar di empat kota dan 10 kabupaten. Sejauh ini sudah ada 15 investor yang tertarik dengan permohonan mencapai 476.601 hektare, sedangkan lahan yang tersedia seluas 343.461 hektare.
Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, mengungkapkan hal tersebut dalam kunjungan kerjanya di Semarang, Jumat (20/1). Provinsi yang strukturnya didominasi pertambangan dan migas serta menjadi lumbung energi tersebut, terus merintis percepatan pembangunan pertanian salah satunya melalui proyek ini. Dengan lapangan kerja baru itu, sedikitnya dibutuhkan 50 ribu naker yang bisa diambil dari program transmigrasi umum ataupun swakarsa mandiri.
"Kami butuh minimal 50 ribu, kalau Jateng mampu kenapa tidak? Atau mungkin katakanlah 10 ribu transmigran saja, sisanya bisa dicarikan dari daerah lain. Silakan peluang dimanfaatkan dan program ini masih sangat relevan karena bukannya memindahkan kemiskinan tapi justru ingin meningkatkan kesehjateraan rakyat," ungkap Awang di sela pertemuannya dengan Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Hadi Prabowo, yang mewakili Gubernur Bibit Waluyo.
Prof Dr Riyanto MSc dari tim percepatan proyek menjelaskan, dengan pola pengembangan itu diharapkan bisa menghasilkan salah satunya beras kualitas premium. Contoh yang sudah ada misalnya padi Adang dan beras Mayas. Jenis Mayas yang di Samarinda bisa dijual Rp 12 ribu/kg sangat disukai dan berpotensi untuk diekspor, sedangkan Adang yang ada di perbatasan Kaltim dan Malaysia merupakan konsumsi Raja Brunei Darussalam dan masyarakat Sabah.
"Tapi ada yang mencoba memasukkan secara ilegal dan diberi nama Malaysia beras Bario. Kami berjuang untuk mengembalikannya karena tanah, dana dan semua teknologinya ada di wilayah kita," ujar Riyanto.
( Modesta Fiska / CN31 / JBSM )