panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
19 Januari 2012 | 17:11 wib
Umat Islam Jangan Musuhi Warga Ahmadiyah

 

LOMBOK, suaramerdeka.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengimbau agar kekerasan terhadap kelompok minoritas, terlebih kekerasan yang mengatasnamakan agama seperti terhadap warga Ahmadiyah, dihentikan. Ketua Umu PBNU KH Said Aqil Siraj  menegaskan, agama tidak mengajarkan adanya kekerasan kepada penganutnya.

"Kekerasan harus dihentikan. Tidak ada kekerasan dalam agama. Begitu juga sebaliknya, orang yang melakukan kekerasan tidak sedang mengamalkan ajaran agama," kata KH Said Aqil Siraj saat menyampaikan tausyiah dalam acara istighotsah dan tabligh akbar di Bencingan Agung Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Kamis (19/1).

Dalam acara yang dihadiri sekitar 10 ribu warga nahdlyyin tersebut, Kiai Said juga mengatakan, perbedaan aliran, bahkan keyakinan, tidak boleh dijadikan alasan pembenar bagi tindakan kekerasan terhadap pihak yang lain, sesama warga negara.

Dicontohkan, di Lombok sempat tersiar kabar warga Ahmadiyah diusir dari rumah yang ditempati. Hal tersebut jelas tidak dibenarkan."Mereka tinggal di rumah dan tanahnya sendiri, mereka juga warga negara yang punya hak memiliki. Tidak boleh main kekerasan hanya karena beda akidah," tandas alumni Universitas Ummul Qura, Mekkah itu.

Untuk mengatasi permasalahan beda akidah sesama umat Islam, Kiai Said  meminta agar diselesaikan dengan cara-cara yang lebih santun. "Undang ke pengajian, jelaskan bagaimana Islam yang sebenarnya. Kalau orang tuanya tidak bisa, siapa tahu anak cucunya nanti bisa kembali ke jalan yang benar," jelasnya.

PBNU juga meminta pemerintah pusat dan daerah lebih bersungguh-sungguh menjamin kebebasan berkeyakinan warga negara sebagaimana diamanatkan konstitusi. Kepada anak-anak muda NU, khususnya anggota Barisan Serbaguna (Banser) GP Ansor, Kiai Said melarang keras mereka untuk turut ambil bagian dalam aksi kekerasan.

"Anak-anak Ansor jangan sekali-sekali bertindak sendiri. Kepolisian juga harus bisa menjamin keamanan warga Ahmadiyah, dan Ansor apabila diminta wajib memberikan bantuan pengamanan," tandasnya.

( A Adib / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 14:09 wib
Dibaca: 7
27 Mei 2012 | 13:40 wib
Dibaca: 139
27 Mei 2012 | 13:20 wib
Dibaca: 254
27 Mei 2012 | 13:05 wib
Dibaca: 123
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER