
SEMARANG, suaramerdeka.com - Kelompok supporter Panser Biru maupun SneX menyayangkan adanya tindakan anarkis suporter mereka yang mengakibatkan salah satu anggota SneX tewas, Sabtu (14/) malam.
Ketua Dewan Pembina SneX Agus Junianto meminta Manajemen PSIS Semarang untuk ikut membantu penyelesaian tawuran antarsuporter kesebelasan yang menewaskan seorang pendukungnya. Hal ini diungkapkannya dalam jumpa pers yang digelar di RM Sederhana Jalan Pandanaran Semarang, Minggu (15/1) siang.
Dia mengungkapkan, berdasarkan hasil temuan tim investigasi yang dibentuk kelompoknya, ditemukan adanya indikasi bahwa pengeroyokan dan penghadangan terhadap kelompok SneX sudah direncanakan dan tidak terjadi secara spontan. "Kami siap memberikan data-data yang diperoleh dari tim investigasi kepada kepolisian guna penuntasan kasus," paparnya.
Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua Umum Panser Biru M Lukmansyah menegaskan, pihaknya tetap akan menunggu bukti pihak berwajib mengenai kasus ini. Menurutnya, jika memang terbukti pelaku adalah Panser Biru, pihaknya berjanji akan memberikan bantuan hukum.
"Kami membuka diri kepada SneX untuk berkoordinasi menyelesaikan kasus ini, ujarnya Lukman yang didampingin Pengurus Pusat dan sesepuh Panser Biru saat jumpa pers di RM Singosari, Minggu (15/1) sore.
Pihaknya juga menyerahkan sepenuhnya kepada penyelidikan aparat karena kasus ini sudah masuk ke ranah kriminal. Menurut Lukman, perseteruan Panser Biru dan Snex lebih banyak disebabkan adanya salah paham.
Seperti diberitakan, seorang pendukung kesebelasan PSIS Semarang dari kelompok SneX, tewas dalam tawuran antarsuporter di Semarang, Sabtu (14/1) malam. Korban tewas diketahui bernama Ovik Arangga (19), warga Sidorejo, Kelurahan Cabean, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak.
Korban ditemukan tewas di depan Apotek Kimia Farma Jalan Majapahit, Semarang dengan luka tusuk di bagian pinggang belakang oleh beberapa rekannya. Selain seorang korban tewas, sedikitnya dua pendukung PSIS Semarang dari kelompok SneX juga harus menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Semarang akibat menderita luka serius dalam tawuran antarsuporter tersebut.
( Diantika PW , Apit Yulianto / CN27 / JBSM )