panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 Januari 2012 | 17:35 wib
Prioritas Penggunaan Energi untuk Dalam Negeri

 

JAKARTA, suaramerdeka.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan pentingnya Indonesia melakukan energy mix atau bauran energi. Sebab di masa depan diperkirakan akan terjadi lonjakan permintaan energi di dunia, sehingga Indonesia harus mengembangkan kebijakan untuk menangani masalah tersebut, termasuk kebijakan yang berkaitan dengan perdagangan energi, ekspor energi.

"Sebenarnya saya sudah jelaskan kepada negara-negara sahabat yang selama ini menjadi mitra dagang Indonesia, bahwa kebutuhan domestik Indonesia terus meningkat. Oleh karena tentu kami akan memprioritaskan kepentingan dalam negeri," kata Presiden pengantarnya dalam rapat paripurna kabinet di Kantor Presiden, Selasa (3/1) siang.

Rapat paripurna Kabinet yang yang dihadiri hampir semua anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, termasuk Wakil Presiden Boediono, membahas empat isu. Yakni laporan realisasi APBN 2011, laporan kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan tentang kondisi perekonomian kwartal IV 2011, kebijakan energi nasional, dan manajemen kegiatan kabinet agar lebih efektif.

"Tetapi kalau mereka sungguh ingin bekerja sama dengan Indonesia untuk menemukan sumber-sumber energi baru, apakah dalam bentuk joint investment ataupun kerja sama apapun, maka setelah memenuhi kepentingan dalam negeri, kita juga bisa menjalin kerja sama perdagangan energi ini," lanjutnya.

Khusus terkait kebijakan energi nasional, SBY mengingatkan bahwa subsidi untuk bahab bakar minyak (BBM) dan listrik akan terus berkurang. Karenanya pemerintah harus mengembangkan kebijakan pengaturan volume BBM untuk mencegah pemborosan. Konversi jenis BBM ke bahan bakar gas juga menjadi opsi kebijakan pemerintah.

"Opsi yang kami pilih sekarang ini, berkaitan dengan subsidi BBM dan subsidi listrik, adalah pengaturan atau pembatasan volume. Kami cegah pemborosan. Dengan demikian besaran dari subsidi itu akan berkurang," tandasnya.

Sebenarnya subsidi pada tahun ini berkurang dibandingkan tahun lalu. Namun Presiden ingin memastikan bahwa subsidi tersebut tepat sasaran dan dalam jumlah yang proporsional.

( Fauzan Jayadi / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15471
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16394
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 16156
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18734
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15635
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER