
JAKARTA, suaramerdeka.com - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015 baru saja dilantik. Pimpinan KPK yang kini diketuai yang diketuai Abraham Samad mengaku memprioritaskan penuntasan kasus-kasus korupsi di tahun pertama kepemimpinannya.
Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (16/12). Hanya saja, ambang tidak menyebutkan secara spesifik asus-kasus yang pengusutannya akan diutamakan.
"Kami harus mulai memprioritaskan kasus-kasus. Dan itulah yang akan dikerjakan dalam atu tahun pertama kepemimpinan," kata Bambang.
Mantan Ketua YLBHI itu menuturkan, pihaknya pasti melakukan pemilahan sebelum memulai pengusutan kasus korupsi. Namun, dia menjamin tidak akan ada pemilahan tersangka dalam penanganan kasus alias praktik tebang pilih.
"Kalau Anda nggak memilih kasus bagaimana menangani kasus itu. Cuma mungkin pilihan akuntabilitasnya bisa dipertanggungjawabkan. Yang tidak membedakan, siapapun akan jadi tersangka atau terdakwa," ujarnya.
Masih lanjut Bambang, pimpinan KPK jilid III juga akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaganya. Selain itu, pihaknya juga ingin mewujudkan suatu gerakan antikorupsi yang menyeluruh dengan mengajak partisipasi penyelenggara negara serta media massa.
"Kita ingin gerakan anti korupsi bukan hanya bagian dari penegak hukum tapi juga bagian dari penyelenggara negara dan media," imbuh pengacara yang pernah tergabung dalam Tim Pembela Bibit-Chandra.
Wakil Ketua KPK Zulkarnain menambahkan, prioritas pimpinan KPK jilid III bukan cuma di bidang penindakan. Pimpinan KPK dari unsur kejaksaan itu menegaskan, kerja bidang pencegahan juga akan dimaksimalkan. "Ke depan, pencegahan ini harus intensif di samping penindakan," kata Zulkarnaen yang pernah menjabat Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pidana Umum itu.
( Mahendra Bungalan / CN27 / JBSM )