
SEMARANG, suaramerdeka.com - Kerumunan pelajar di Jalan Sidodai, Gayamsari yang diduga akan tawuran dibubarkan polsek setempat. Satu siswa sempat ditahan setelah tertangkap saat melarikan diri.
Pembubaran itu dilakukan setelah polisi mendapat laporan warga. Sekitar pukul 11.00 WIB, polisi menerima informasi bahwa di jalan Sidodadi terdapat. segerombolan pelajar yang diduga hendak menggeruduk SMA Institut Indonesia.
Mengetahui itu Kapolsek Gayamsari Kompol Tri Wisnugroho langsung menerjunkan anggota intel dan Samapta ke lokasi. Kedatangan petugas langsung membuat panik pelajar. Mereka langsung kocar-kacir berlarian ke segala arah.
Beberapa pelajar yang menggunakan sepeda motor langsung tancap gas. Petugas Samapta yang melakukan pengejaran menangkap salah satunya, Dwi Putra (15) pelajar kelas I Pelita Nusantara. Namun saat R Dwi Putra membantah akan tawuran.
Menurutnya, ia hanya bergerombol dengan teman-temannya usai mengikuti ujian perbaikan di sekolah.
"Kita tidak akan tawuran, setelah ujian remidi kita bergerombol disini dan teman-teman saya lari saat polisi datang," ujar Dwi Putra.
Meski demikian, polisi tetap membawa siswa itu ke Mapolsek Gayamsari. Terlebih Dwi tidak bisa menunjukkan surat-surat sepeda motor protolannya itu.
Kapolsek Gayamsari Kompol Tri Wisnugroho mengatakan pembubaran itu dilakukan sebagai langkah preventif sebelum terjadi tawuran. "Semua laporan warga pasti kita tindak lanjuti, dan berkat kecepatan laporan, aksi tawuran pun tidak terjadi dan kita masih melakukan penyidikan terhadap pelajar yang tertangkap. Selain keterlibatannya dalam aksi tersebut, kendaraan yang dipakai tidak dilengkapi surat-surat," ujar Kapolsek.
( Anton Sudibyo / CN32 / JBSM )