panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
23 November 2011 | 10:00 wib
30 Ribu Buruh Demo, Aktivitas Kota Batam Lumpuh


BATAM, suaramerdeka.com -
Sebanyak 30 ribu buruh di kota Batam menggelar unjuk rasa serta aksi mogok kerja guna menuntut implementasi Upah Minimum Kota (UMK) Batam 2012 sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebesar Rp 1,3 juta, Rabu (23/11).

Menurut para buruh menilai, besaran UMK saat ini yakni Rp1 ,1 juta sudah tidak lagi layak untuk kehidupan seorang buruh di Kota Batam. Sebelumnya pengusaha sudah meminta kenaikan UMK sebesar Rp 1,2 juta. Aksi buruh itu melumpuhkan aktivitas masyarakat di Kota Batam.

Bahkan, tidak sedikit pelajar yang akan ke sekolah tidak bisa melanjutkan perjalanan, karena diturunkan supir angkutan umum di tengah jalan, karena takut terkena amukan buruh. Para buruh, yang terdiri dari gabungan sejumlah aliansi seperti SPSI, SBSI, SPSI Metal Indonesia sudah berkumpul sejak pukul 07.00 WIB.

Di kawasan Basecamp Batam Center, mereka sempat meminta pengendara untuk tidak jalan di kawasan tersebut, karena akan dilalui untuk aksi demo. Bahkan aksi mereka tak bisa dihalangai sejumlah anggota Polantas Poltabes Batam-Rempang-Galang (Barelang) yang ada di tempat itu dan hanya melihat buruh yang mengatur lalu lintas.

Para demonstran terlihat beringas dengan meneriakkan yel-yel "Hidup buruh, naikan UMK sama dengan KHL, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan sebaiknya mundur, karena tidak becus."

Mereka lalu mengikuti arahan Ketua K-SPSI Kota Batam Syaiful Badri yang sebelumnya meminta buruh menuju ke kantor Wali Kota Batam di kawasan Engku Putri, Batam Center, Batam untuk menggelar orasi.

Aksi buruh ini membuat nyali Wali Kota Batam Ahmad Dahlan ciut. Guna menghindari amukan massa, dia mengungsi ke Singapura melalui pelabuhan internasional Batam Center, yang bersebelahan dengan kantor Wali Kota Batam.

Hal itu dibenarkan salah seorang staf Wali Kota Batam. Menurutnya hal dilakukan karena karena orang nomor satu di Batam itu tidak menyangka ancaman buruh beberapa hari sebelumnya untuk unjuk rasa benar-benar dilaksanakan. "Dia (Wali Kota) tidak menyangka buruh akan demo. Untuk antisipasi terpaksa harus ke Singapura dulu," katanya.

( MIOL / CN26 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 34409
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 35676
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 35946
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 40024
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 35093
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER