panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
22 September 2011 | 18:34 wib
Pemalsuan SK CPNS di Sukoharjo Terbongkar

Sukoharjo, CyberNews. Pemalsuan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diduga melibatkan jaringan di Jakarta terungkap di Sukoharjo.

Modusnya, pelaku menawari Guru Tidak Tetap (GTT) untuk diangkat menjadi CPNS melalui jalur khusus dengan sejumlah biaya. Ironisnya, salah satu yang bermain adalah Parji, oknum Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Kecamatan Weru, Sukoharjo.

Sembilan GTT yang tertarik kemudian mengumpulkan berkas ke Parji. Setelah itu Parji mengirim berkas itu pada temannya bernama Agus Sugiarto yang mengaku salah satu pegawai di Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta.

Tidak lama kemudian, turun fotokopi SK CPNS berkop Departemen Pendidikan Nasional turun dari Jakarta yang diberikan pada Parji melalui pos. Kemudian SK tersebut diserahkan pada GTT. Kasus tersebut terungkap saat GTT mencoba datang ke Dinas Pendidikan menanyakan kapan CPNS asli turun.

Dari situ terungkap, bahwa tidak ada penerimaan CPNS dari tenaga honorer atau GTT untuk sementara ini. Karena masih menunggu dari PP. Alhasil, komisi I DPRD Sukoharjo menelusuri dengan memanggil Parji, selaku pihak yang dianggap paling bertanggung jawab atas munculnya SK aspal tersebut. Apalagi dalam kop SK masih Departemen, bukan Kementerian.

"Dari pengakuan parji, dia kenal dengan Agus Sugiarto saat mengurus SK anaknya di Jakarta. Dari situ dikatakan bahwa Agus pegawai BKN yang biasa mengurusi soal PNS," ungkap Ketua Komisi I Giyarto.

Namun demikian, setelah dikonfirmasi pada salah seorang pegawai BKN di Jakarta, nama Agus Sugiarto tidak tercatat sebagai pegawai. Karena itu, dia merupakan oknum yang memanfaatkan nama BKN. "Kami melihat ini merupakan jaringan besar dalam kasus-kasus CPNS. Karena itu akan kami telusuri terus," ujar Giyarto.

( Heru Susilo / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 12:54 wib
Dibaca: 89
27 Mei 2012 | 12:39 wib
Dibaca: 73
27 Mei 2012 | 12:29 wib
Terkait Potensi Pencemaran
Kantor LH Kudus Pantau Aktivitas Giling
Dibaca: 98
27 Mei 2012 | 12:09 wib
Dibaca: 107
27 Mei 2012 | 11:50 wib
Dibaca: 111
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER