panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
28 Juli 2011 | 13:21 wib
Menjelang Ramadan
Kemenag Gandeng Pengurus Masjid dan Ormas Sosialisasikan Jadwal Imsakiyah

Tegal, CyberNews. Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tegal menggandeng pengurus masjid se-Kota Tegal, organisasi masyarakat (ormas) keagamaan dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) untuk bersama-sama mensosialisasikan jadwal imsakiyah Ramadan tahun 1432 Hijriah dan pengukuran arah kiblat di wilayah Kota Tegal, Kamis (28/7). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kemenag Kota Tegal dan menghadirkan narasumber dari dosen STAIN Pekalongan, Drs HM Muslih Husein MAg.

Kasi Urusan Agama Islam Kemenag Kota Tegal, H Agus Seri SAg mengatakan, upaya tersebut dilakukan agar ada kesamaan, terutama dalam penentuan imsakiyah di seluruh masjid dan musala di Kota Tegal selama bulan Ramadan, baik waktu magrib, isya, shubuh, dhuzur, asyar maupun imsak, serta arah kiblat.

Kepala Kemenag Kota Tegal, Drs H Ahmad Rifa'i MPd menambahkan, melalui rapat bersama se-Jateng, telah disepakati jadwal imsakiyah Ramadan tahun 1432 hijriah, khusus Kota Tegal pihaknya juga telah mengeluarkan jadwal imsakiyah mulai 1 sampai 30 Agustus 2011. Selain itu, sesuai dengan hasil rapat juga disepakati waktu sholat magrib menunggu suara sirene yang difokuskan di empat titik. Yakni, salah satunya di tempatkan di Masjid Agung Kota Tegal.

"Dengan kegiatan ini, kami tidak ingin ada perbedaan lagi masalah imsakiyah, terutama dalam menentukan waktu sholat magrib dan imsak, sehingga umat Islam di Kota Tegal akan melaksanakan buka puasa secara bersama-sama, " ujarnya.
 
Sementara itu, Dosen STAIN Pekalongan, Muslih Husaen mengatakan, dalam acuan sistem hisab hakiki kontemporer, berpedoman pada ufuk mar'i dengan menggunakan kriteria MABIMS. Antara lain, tinggi hilal minimum dua derajat, jarak hilal dari matahari minimum tiga derajat dan umur bulan dihitung sejak saat ijtimak sampai dengan tenggelam matahari minimal delapan jam. Sedangkan praktek ru'yatul hilal bisa dengan mata atau tanpa alat, rukyat dengan alat, rukyat oleh seorang adil, rukyat oleh beberapa orang adil.

Rukyat harus sesuai dengan hasil hisab, berlaku di luar daerah qashar shalat, berlaku delapan derajat bujur, berlaku dalam wilayah hukum dan berlaku untuk seluruh dunia.

Menurut dia, sesuai dengan keputusan PBNU No 311/A.II.04.d/1994, untuk penetapan awal bulan qomariyah, khusus Ramadan, Syawal dan Dzulihijah menggunakan rukyatul hilal bil fi'li. Yaitu, melihat hilal langsung di lapangan segera setelah matahari terbenam pada hari ke 29 atau 30 malam. Sementara Muhammadiyah, sistem wujudul hilal. Hisab dan rukyat sebagai dasar untuk menentukan awal bulan qamariyah sama kedudukannya.

Adapun, sesuai catatan astronom, jarak hilal terdekat yang pernah terlihat adalah sekitar delapn derajat dengan umur hilal 13 jam 28 menit. Rekor tersebut diamati oleh Robert Victor di Amerika Serikat tanggal 5 Mei 1989 dengan menggunakan alat bantu binokulair. Namun, menurut pengamatannya saat itu tidak memungkinkan keberhasilan rukyat dengan mata telanjang.

( Wawan Hudiyanto / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 3470
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 3750
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 3617
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 4682
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 3451
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
05 September 2014 | 23:15 wib
05 September 2014 | 23:45 wib
02 September 2014 | 12:53 wib
05 September 2014 | 23:30 wib
FOOTER