
Bandung, CyberNews. BUMN Strategis, PT Len Industri (Persero) bakal menggarap lebih serius pasar energi surya yang dianggap masih menyisakan ceruk yang besar di Tanah Air.
Kendati dari sisi pendapatan perusahaan, sektor energi belum semenonjol bidang transportasi yang mengambil porsi 42 persen, pasar energi surya menawarkan masa depan menjanjikan.
"Untuk itu, kami menginvestasikan Rp 300 miliar bagi pengembangan energi terbarukan, terutama untuk pabrik sel surya dan LED," tandas Dirut Len, Wahyuddin Bagenda di Bandung, Jumat (15/7).
Dengan langkah itu, perusahaan manufaktur elektronika itu menempatkan diri dalam industri hulu energi surya. Sebagai akselerasi, mereka bakal menggandeng perusahaan engineering, procurement, dan construction di bidang energi sejenis.
Dalam estimasi Len, potensi kebutuhan energi kebutuhan bisa mencapai 1 Gigawatt dalam sepuluh tahun mendatang, setara 100 MW per tahun. Len juga siap mendukung langkah PLN menggantikan pembangkit kapasitas kecil dengan solar panel.
Ditambahkan, optimisme Len juga semakin menebal menyusul tren kebijakan pemerintah yang lebih memihak penggunaan energi alternatif. Itu di antaranya melalui program MP3I (Masterplan Program Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia) dengan peran Len sebagai konektivi.
Produk sel surya Len selama ini di antaranya digunakan untuk fungsi penerangan di jalur jalan strategis. Di luar itu, lebih banyak diminta di daerah terpencil. Diharapkan, penggunaan sel surya bisa massal pula di perkotaan karena diklaim menyimpan peminat yang jauh lebih besar.
( Setiady Dwi / CN34 / JBSM )