
Bandung, CyberNews. Kemendiknas tengah mengagas kehadiran community college terutama di tiap kabupaten guna menunjang pengembangan ekonomi kewilayahan.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Kemendiknas, Harris Iskandar usai Sarasehan ITB 2020 and Beyond" di Bandung, Sabtu (4/6).
"Konsepnya lebih memberi akses luas kepada masyarakat di tengah demand PT sangat tinggi. Maka perlu dibuka peluang ini sampai pelosok pedesaan melalui community college," jelasnya.
Menurut dia, karena diarahkan untuk kepentingan ekonomi wilayah, perguruan tinggi lokal tersebut lebih ditekankan pada upaya mengimbangi keunggulan daerah lewat peningkatan keterampilan dan kompetensi.
Upaya itu, imbuhnya, bakal diimbangi dengan pembangunan, minimal dua politeknik bermutu di tingkat provinsi. Cakupannya adalah kepada langkah revitalisasi di bidang teknik, sains, dan pertanian.
Ditambahkan, kekhasan atas kebutuhan daerah itu yang kemudian dijadikan basis kurikulum community college. "Karena berbasis demand, ke depan menjadi keharusan politeknik mempunyai mitra-mitra industrinya," paparnya.
Harris menjamin gagasan tersebut ketika direalisasikan tidak akan menggerus perguruan tinggi swasta yang sudah ada di daerah. Sebaliknya, mereka bisa mejadikanny sebagai peluang agar bisa kompetitif.
"Tidak ada likuidasi PTS. Kami malah mengajak semua guna melihat kebutuhan penunjang ekonomi ke depan. Mutu mereka berarti harus diupgrade, supaya bisa survive," jelasnya.
Lebih dari itu, keberadaan community college diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat di daerah yang mengejar pendidikan tinggi, terutama dengan kualitas baik, yang setiap tahunnya diperebutkan.