panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Juni 2011 | 18:51 wib
Pejuang 45 Prihatin Pancasila Telah Ditinggalkan

Purworejo, CyberNews. Keluarga besar pelaku sejarah sekaligus pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Dewan Harian Cabang (DHC) Angkatan 45 Kabupaten Purworejo prihatin karena nilai-nilai luhur Pancasila sudah ditinggalkan oleh generasi saat ini.

"Pancasila tidak lagi menjadi mata pelajaran pokok di sekolah. Akibatnya banyak anak sekarang yang tidak hafal sila-sila Pancasila. Inilah sebuah keironian bangsa kita," ujar Ketua DHC 45 Kabupaten Purworejo Drs HR Istiharto di sela-sela acara sarasehan Pancasila dalam rangka memperingatan Hari Lahir Pancasila di bekas kediaman Jenderal Oerip Sumoharjo yang merupakan pahlawan nasional asal Purworejo, Rabu (1/6).

Sarasehan itu diikuti keluarga besar DHC serta perwakilan dari berbagai organisasi pemuda dan organisasi sosial kemasyarakatan lainnya.

Istiharto mengatakan, generasi sekarang menganggap enteng Pancasila karena tidak menjadi pelaku sejarah langsung dalam perjuangan negeri ini melepaskan diri dari kolonialisme. Akibatnya, Pancasila kurang dihargai dan tidak terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Akibatnya muncul konflik antargolongan sebangsa, saling fitnah, intrik politik, serta yang paling berbahaya terjadinya perpecahan karena masing-masing saling mengutamakan kepentingan kelompoknya dan mengalahkan kepentingan bangsa," paparnya.

Istiharto menjelaskan, Pancasila adalah sebuah pandangan hidup bangsa yang dirumuskan para pendiri negeri ini sebagai pemandu sekaligus sumber hukum dan moral dalam mengelola negeri ini. "Ibaratnya Pancasila adalah fondasi rumah. Kalau
fondasinya rapuh, ya rumah akan runtuh," katanya.

Ketua panitia sarasehan Purnomo Sidi mengatakan, melalui sarasehan itu diharapkan masyarakat memahami Pancasila sebagai konsensus dasar ketatanegaraan, Pancasila sebagai dasar negara, Pancasila sebagai cita-cita sekaligus penuntun moral bangsa, serta nilai-nilai Pancasila sebagai benteng dari efek globalisasi yang bisa merusak kehidupan bangsa.

Dalam kesempatn itu juga dibacakan refreksi dan riwayat lahirnya Pancasila oleh Sekretaris DHC 45 Purworejo H Soekoso DM SPd, sekaligus dirangkai dengan lagu-lagu perjuangan.

( Nur Kholiq / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 12736
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 13485
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 13262
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 15635
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 12835
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER