
MOTRET MODEL: Sejumlah anggota Komunitas Fotografer Semarang (KFS) memotret model dalam kegiatan hunting bareng, yang digelar Minggu (15/5), di Kafe Ventura Garden. (SM CyberNews/Hartatik)
Semarang, CyberNews. Kemunculan komunitas pecinta fotografi saat ini bak cendawan di musim hujan. Wajar saja, di era modern ini dunia fotografi bukanlah menjadi suatu hal baru. Seiring berkembangnya teknologi digital, harga kamera baik kamera saku, prosumer maupun DSLR pun semakin terjangkau.
Selain itu hobi mengabadikan berbagai acara ataupun berbagai momen menjadi hal penting yang menyebabkan menjamurnya hobi fotografi tersebut.
Kendati demikian, masing-masing komunitas fotografi muncul dengan idealisme yang berbeda. Tak terkecuali, Komunitas Fotografer Semarang (KFS). Di usianya yang ke-5, komunitas pecinta seni fotografi di Semarang itu semakin matang dan dewasa.
Dikemas bersahabat acara Kumpul Guyon Guyub ala KFS, Minggu (15/5), di Kafe Ventura Garden, menyiratkan tak ada pembeda-pembeda yang membuat para anggotanya terkotak-kotak. Tidak ada beda status sosial, merk kamera, asal daerah, maupun
profesional atau amatir.
Ketua KFS R Endarto Setyadi mengungkapkan, komunitas ini tidak sekadar fotografi melainkan persahabatan. "Kami ingin merangkul semua golongan, tidak membedakan latar belakang anggota," ungkap Endarto yang didapuk kembali sebagai ketua KFS periode 2011-2013.
Sekitar tahun 2006, KFS semula hanya berawal dari kopidarat member fotografer.net di Semarang. Dari kumpul-kumpul itu, mereka sepakat berkomunikasi lewat milis.
Hingga pertengahan tahun 2008 jumlah anggota aktif KFS hanya sekitar 100 orang saja. Namun sejak adanya website www.kfsemarang.com sebagai wadah bertukar informasi berbagai kegiatan fotografi sekaligus galeri foto, anggota terus bertambah hingga hampir mencapai 1.400 orang.
Kini KFS mengalami metamorfosis luar biasa. Dua tahun silam logo KFS telah didaftarkan untuk mendapatkan hak paten. Tahun ini, KFS resmi dinyatakan sebagai merek dagang.
Endarto mengatakan, ke depan KFS ingin lebih berperan dalam mengangkat potensi para pecinta fotografi di kota lunpia ini. Karena itu, menginjak usia yang ke-5 tahun ini KFS berani tampil beda. Selain laman web nampak segar, KFS meluncurkan KFS School.
"Pada usia yang ke-3 embrio sekolah fotografi sebenarnya sudah muncul dari digelarnya beberapa kali workshop. Namun ke depan kami ingin mengembangkannya lebih bersifat institusional," terangnya.
Bagi KFS gebrakan tersebut semata bentuk kepedulian terhadap kemajuan dunia fotografi. Bagi yang berminat, menurut dia, bisa langsung mendatangi sekretariat KFS di Jl Suyudono No 119. Adapun kelas pertama akan dibuka awal Juni, dan digelar tiap Jumat. Terbagi menjadi empat kelas, yakni basic (1,2), intermediate dan advance.
( Hartatik / CN33 / JBSM )