
Bogor, CyberNews. Aksi tolak ahmadiyah dan para pengikutnya di wilayah Bogor terus berlanjut. Hal itu kemudian berimbas pada aktivitas para jemaatnya. Para jemaat Ahmadiyah yang berstatus sebagai guru di Desa Ciampea Udik, dan Ciaruteun Udik, mendapat tekanan dari warga sekitar.
Jemaat tersebut adalah NH, NN, AA, M, dan IW, dari Desa Ciampea Udik dan dua orang yakni YS dan IW dari Desa Ciaruteun Udik. Karena terancam keselamatan jiwanya, ketujuh guru sekolah dasar (SD) itu sudah tidak pernah aktif mengajar atau bolos kerja. Imbasnya, mereka pun dipanggil pihak Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Selasa (19/4), dan Rabu (20/4). Mereka menjalani pemeriksaan, terkait tindakan indisipliner yang mereka lakukan.
Karena kondisi ini, pihak Disdik akhirnya mengeluarkan rekomendasi agar ketujuh guru SD itu dimutasikan. "Kami tidak bicara Ahmadiyahnya atau ajarannya, tapi ini sesuai aturan yang ada. Karena keselamatan jiwa mereka terancam dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami memutasikan mereka. Karena sesuai aturan yang ada, izin cuti juga tidak masuk aturan," kata salah seorang sumber di Dinas Pendidikan.
Roni membeberkan, berdasarkan keterangan ketujuh guru itu, pada 21 Maret 2011, sebanyak 208 warga sekitar Ciampea Udik membuat surat pernyataan yang meminta mereka tidak usah mengajar lagi. Bahkan mengusir mereka, untuk tidak lagi berada di daerah tersebut.
( MetroTV / CN14 )