panel header


GUPAK PULUT ORA MANGAN NANGKANE
Capek Bekerja Tidak Dapat Hasilnya
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
13 Februari 2011 | 17:15 wib
Taman Unyil Tak Terawat
.

Ungaran, CyberNews. Taman unyil atau taman kota yang baru-baru ini disebut sebagai Taman Serasi, yang berlokasi di batas Kota Ungaran sisi utara wilayah Kabupaten Semarang, mulai tak terawat.

Sejumlah wahana permainan dan infrastruktur di dalam taman tersebut rusak sehingga tak berfungsi sebagaimana mestinya. Dari pantauan, beberapa wahana permaianan ayunan mulai berkarat dan sejumlah lainnya patah karena keropos. Demikian halnya dengan wahana lain seperti alat jungkat-jungkit di taman itu.

Selain wahana permainan, infrastruktur seperti patung gajah yang patah di bagian ujung belalai dan gadingnya, serta patung binatang jerapah dan kidang yang mulai retak sebagian tubuhnya. Secara keseluruhan kondisi patung itu mulai berlumut karena jarang dirawat atau dibersihkan.

Parahnya lagi, tugu berlogo Kabupaten Semarang, simbol bumi serasi itu tampak berlumut dan kusam. Prasasti peresmian yang menandakan waktu penandatangannya sekitar tahun 1990an, kini tak begitu terlihat lagi karena huruf-huruf pada prasasti itu mulai samar.

Lingkungan dalam taman itu juga tampak kurang rapi. Selain pagar-pagarnya juga mulai usang, keberadaan bendera parpol di sekitarnya pun menambah pemandangan taman itu tampak semrawut.

Keterangan warga sekitar, pada malam hari taman itu justru dimanfaatkan sebagai tempat mangkal banci. Belum lagi, warga sekitar tak jarang membuang air kecil justru di taman itu. Padahal, keberadaan taman itu menjadi alternatif tempat liburan murah.

Jadi Perhatian Pemkab

Didik, warga jabar yang tiga tahun tinggal di pudak payung, mengaku senang berlibur bersama anak dan istrinya di taman unyil. "Sayang, taman ini tidak terawat. banyak wahana permainan yang mulai rusak," katanya ditemui di taman bersama anaknya.

Petugas piket jaga di Taman Unyil Suwarno mengatakan, kondisi ini sebenarnya sudah menjadi perhatian pemkab. Menurutnya, kerusakan wahana juga direncanakan pembenahannya dalam waktu dekat. Hanya, saat ini memang belum direalisasikan. "Tugas saya pribadi di sini hanya menangani kebersihan, menyapu dan memungut sampah," ujarnya.

Kabid Pertamanan Dinas Cipta Suratno SH belum ada anggaran perawatan maupun pembenahan khusus. Hanya, secara rutin taman itu dibersihkan oleh petugas. "Belum ada rencana pembangunan lanjut dari pemkab. Kemungkinan akan kami ajukan dalam anggaran perubahan nanti," ungkapnya saat dikonfirmasi kemarin.

Kendati demikian, pihaknya belum bisa memperkirakan besarnya anggaran dibutuhkan. Terkait aturan pemanfaatannya, pemkab hanya mewanti-wanti agar pengunjung lebih tertib memanfaatkannya, tidak terkecuali adanya para waria dan banci di taman itu saat malam hari, seharusnya tidak diperbolehkan.

"Soal itu kami juga belum bisa serta merta menindak tegas. Lebih lanjut kami perlu melakukan kajian agar tidak merugikan banyak pihak," katanya.

( Yoseph HW / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga



Panel menu
Berita Terbaru
Index Berita
26 Juli 2014 | 18:13 wib
Dibaca: 10
26 Juli 2014 | 18:00 wib
Dibaca: 24
26 Juli 2014 | 17:30 wib
Dibaca: 88
26 Juli 2014 | 17:15 wib
Dibaca: 131
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER