panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
21 Desember 2010 | 11:34 wib
Dana Cukai Diproritaskan Untuk Penguatan Industri Rokok

Kudus, CyberNews. Dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT) pada masa mendatang diharapkan dapat lebih diprioritaskan untuk penguatan industri rokok. Kebijakan tersebut perlu mendapat penekanan karena saat ini sektor produksi tersebut terutama jenis sigaret banyak mendapat tekanan dari dalam maupun luar negeri.

Tekanan berasal dari pihak yang mengkhawatirkan produk tersebut akan mendominasi pasaran dunia dan mengkaitkannya dengan faktor kesehatan.

Wakil Bupati Kudus, Budiyono menyatakan, salah satu yang harus dipikirkan yakni penyiapan ketrampilan tambahan bagi pekerja rokok. "Ini untuk mengantisipasi seandainya industri tersebut mengalami kesulitan di kemudian hari," paparnya, Selasa (21/12).

Ditambahkannya, pelatihan yang ada saat sekarang memang belum secara optimal melibatkan pekerja atau pihak-pihak yang bersentuhan dengan sektor tersebut. Padahal, bila usaha seperti itu mengalami gangguan, justru mereka yang akan terkena dampaknya.

Disinggung soal kemungkinan dana tersebut digunakan untuk memodali perusahaan rokok yang membutuhkan bantuan, Budiyono menyatakan hal itu dapat saja terjadi. Hanya saja, segala sesuatunya memang harus ada dasar ketentuannya. "Yang jelas, saya sepakat bila untuk penguatan industri rokok," tandasnya.

Peraturan Gubernur

Berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah nomor 155 Tahun 2010 tanggal 14 Desember lalu, dana cukai yang diterima Pemkab tahun 2011 sebesar Rp 50,3 miliar. Sementara, yang diterima tahun 2010 sebesar Rp 48,9 miliar.

Selanjutnya, berdasarkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah nomor 150 Tahun 2010 tanggal 29 September 2010, Kudus menerima tambahan sebesar Rp 4,3 miliar.

Hal senada juga dikemukakan pemerhati persoalan rokok dari Universitas Muria Kudus, Zamhuri. Ditambahkannya, saat ini salah satu produk rokok khas Kudus, yakni keretek banyak mendapat tekanan dari luar negeri. "Ini persaingan bisnis, karena mereka takut bersaing dengan rokok keretek," ujarnya.

Padahal, di Kudus sangat banyak warga yang menggantungkan usaha rokok jenis tersebut. Jadi, menurutnya cukup beralasan untuk mengantisipasi kemungkinan seperti itu. "Sebagian dana cukai lebih tepat digunakan untuk penyiapan pekerja untuk mengantisipasi hal seperti itu," ujarnya.

( Anton WH / CN26 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 15194
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 16076
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 15844
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 18398
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 15327
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER