panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
11 Oktober 2010 | 15:41 wib
Bupati Terpilih Diminta Serius Kembangkan Kawasan Agrobisnis

Purworejo, CyberNews. Bupati Purworejo terpilih periode 2010-2015 diminta memiliki komitmen kuat serta serius mengembangkan kawasan agrobisnis.

Pasalnya, program pembangunan itu diyakini sesuai dengan karakter geografis dan demografis Kabupaten Purworejo yang sebagian besar pendapatan masyarakatnya ditopang oleh sektor pertanian.

Demikian dipesankan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Angko Setiyarso Widodo. "Saya kira pilihan menjadikan Kabupaten Purworejo sebagai daerah agrobisnis sudah sangat tepat. Tinggal sekarang bupati terpilih kita tunggu aksi aksi nyatanya untuk mengembangkan program ini," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (11/10).

Dikatakan Angko, untuk mengembangkan konsep kawasan agropolitan, bupati terpilih harus segera membuat parameter parameter dan target pencapaian yang jelas. Sehingga, begitu dilantik bisa langsung mulai direalisasikan.

Target dan parameter tersebut harus menjadi konsensus bersama di antara para pembantu bupati, terutama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang menjadi penopang utama pengembangan program tersebut. "Semua SKPD harus memahami konsepnya. Sehingga satu sama lain tidak jalan sendiri-sendiri," katanya.

Dicontohkan, untuk Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) misalnya sudah harus memiliki gambaran yang jelas bagaimana mengembangkan tanaman-tanaman komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi besar. Konsepnya juga harus disinergikan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang sudah harus memikirkan bagaimana caranya memfasilitasi petani untuk bisa mengakses pasar.

"Konsep dasar agrobisnis harus dijalankan dengan dasar pemikiran bisa menyejahterahkan rakyat, khususnya para petani. Baik itu berkaitan dengan penyiapan infrastruktur pertanian, penanaman, pembantuan sarana produksi, hingga jaminan pemasaran komoditas. Bahkan kalau perlu membuat pasar khusus produk-produk pertanian di Kabupaten Purworejo," katanya.

Menurut Angko, sebagai bahan evaluasi dan kontrol publik, parameter dan target pengembangan kawasan agrobisnis harus tersosialisasikan secar utuh kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat akan lebih mudah memberikan masukan kepada bupati jika realisasi programnya jauh dari titik panggang api untuk mencapai target.

Ditambahkan Angko, program kawasan agrobisnis atau agropolitan telah memiliki dasar hukum berupa Perda. Dengan demikian, tidak ada pilihan lain bagi bupati terpilih untuk melaksanakannya.

Konsepnya diberi nama agropolitan Bagelen yang difokuskan di daerah Kecamatan Kaligesing, Bagelen, Purwodadi dan Ngombol.  Ide pembangunan kawasan agropolitan Bagelen merupakan upaya Pemkab mendekatkan produk pertanian dengan pasar.

Polanya mengembangkan hasil pertanian dan peternakan sesuai kawasan unggulannya. Juga dibuat roadmap komoditi per kecamatan. "Misalnya Kecamatan Kaligesing dikembangkan jadi sentra peternakan kambing PE, Bagelen sebagai pusat buah durian dan manggis, Purwodadi hortikultura, sedangkan Ngombol pertanian organik," tandasnya.

( Nur Kholiq / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 12:54 wib
Dibaca: 33
27 Mei 2012 | 12:39 wib
Dibaca: 53
27 Mei 2012 | 12:29 wib
Terkait Potensi Pencemaran
Kantor LH Kudus Pantau Aktivitas Giling
Dibaca: 87
27 Mei 2012 | 12:09 wib
Dibaca: 100
27 Mei 2012 | 11:50 wib
Dibaca: 106
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER