
PATUNG TANGAN:Pengunjung melihat patung berbentuk tangan di Festival Mata Air 2010. (SM CyberNews/Yulianto)
Ungaran, CyberNews. Sedikitnya 28 orang seniman mengikuti pameran seni bertemakan lingkungan hidup dengan ikut memajang hasil karya kreativitasnya di Festival Mata Air (FMA) Empat Setengah Tahun Gathering 2010 di Kampung Seni Lerep, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (4/10). Hasil karya seni dari seniman yang berasal dari Demak dan Salatiga itu di pajang dan ditaruh di Ruang Galeri yang tak jauh dari Rumah Joglo Indrakila di Kampung Seni Lerep tersebut.
Puluhan hasil karya itu, selain dari seniman juga dibuat oleh aktivis lingkungan itu seperti patung kayu, lukisan dan robot serta jenis seni lainnya. Adapun benda-benda yang dipamerkan, diantaranya seperti patung kayu jati yang diberi nama "Penyucian Diri" dengan pembuat patung, Tres dan patung dari perak berbentuk tangan manusia dengan judul "Polluters Pay Is Enough" karya Sentot serta lukisan Ballpoint and Acylicon Paper YANG dibuat Imam Bucah.
Pengunjung pameran itu juga bisa melihat berbagai perlengkapan perang tentara, seperti granat, pisau dan helm baja dari Lutse Lambert Morin.
Pameran itu dibuka bagi masyarakat umum dimulai dari sejak Jumat sampai Minggu, (1-10/10). Dalam pameran ini tema yang diangkat adalah Where to know...atau Kemana Sekarang...Bagi pengunjung pameran yang tertarik dan ingin membeli lukisan dan benda seni lainnya tersebut juga dilayani panitia.
Salah-satu pengunjung, Yandi dari Undip mengatakan tema yang diangkat dari pameran seni dalam acara festival mata air kali ini cukup kreatif. Dengan bahan bekas seperti kayu bekas bisa dijadikan lukisan dan karya seni yang bermanfaat bagi penyadaran lingkungan.
"Acara seperti ini harus diadakan setiap tahun agar semakin eksis, dan menyebar di masyarakat luas. Pasalnya, kondisi lingkungan dewasa ini telah mengalami kerusakan sehingga lingkungan menjadi kritis," tandasnya.
( Yulianto / CN14 )