panel header
RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 Oktober 2010 | 17:08 wib
Festival Mata Air Diikuti 250 Aktivis Lingkungan
image

DIALOG:Peserta Festival Mata Air (FMA) Gathering 2010 sedang berdialog di Kampung Lerep Ungaran, Sabtu (2/10). (SM CyberNews/Yulianto)

Semarang, CyberNews. Sekitar 250 orang aktivis lingkungan mengikuti Festival Mata Air (FMA) Empat Setengah Tahun Gathering 2010 yang diadakan di Kampung Seni Lerep, Ungaran, Semarang, Sabtu (2/10).

Ratusan orang itu berasal dari perwakilan berbagai daerah, bahkan ada dari negara lain yang tergabung baik dalam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Individual maupun masyarakat umum.

Adapun mereka berasal dari Bali, Yogyakarta, dan Jakarta, sedangkan dari luar negeri, Australia, Swiss dan Amerika Serikat. Adapun LSM itu yang turut serta di acara itu,  Pusat Pemberdayaan Komunitas Perkotaan Universitas Surabaya (Puskota Ubaya), Komunitas Tanam Untuk Kehidupan (Tuk) Salatiga, Australian Volunteer serta Indonesian Volunteer Institut.

Dalam acara itu, peserta lebih banyak melakukan dialog yang membahas berbagai isu-isu lingkungan, seperti upaya penyelamatan lingkungan, terutama mata air serta merencanakan kegiatan yang akan dilakukan di lokasi yang telah mengalami kerusakan tahun depan.

Ketua Panitia, Titi Permata mengatakan kelompok dialog itu dibagi menjadi tiga kelompok dengan tema yang berbeda-beda. Diharapkan dari dialog tersebut bisa memunculkan ide-ide baru, berupa penguatan jejaring atau net working sehingga sampai ke contac personnya.

"Festival Mata Air ini kami adakan dengan latar belakang untuk mengangkat isu-isu lingkungan, terutama mata air karena saat ini sudah saling terkait dan kompleks agar lebih diperhatikan orang. Pasalnya apabila bicara kerusakan lingkungan berarti tidak lepas dari masalah alam dan sosial sehingga harus dimengerti masyarakat," katanya.

Titi menambahkan, apabila masyarakat telah menyadari betapa pentingnya lingkungan bagi kehidupan untuk mengatasinya harus bekerja secara bersama-sama dengan cara yang berbeda pada lingkup dimulai dari yang terkecil seperti di lingkungan masing-masing. Agar di festival ini bisa diterima oleh masyarakat sekitar, kita tidak melulu melakukan dialog tapi juga pentas seni.

"Sehingga festival kali ini juga banyak diikuti oleh masyarakat sekitar karena tertarik dengan pentas seni seperti wayang. Sedangkan rangkaian acara itu untuk besok Minggu (3/10), akan diadakan work shop yang diisi oleh seniman dan aktivis diantaranya, Work shop keramik, Gerakan Lingkungan Berbasis Komunitas dan Pembibitan, penanaman dan pemeliharaan Pohon bertempat di Rumah Keramik, Joglo Indrakila dan Teater Terbuka," terangnya.

Bagi yang ingin mengikuti dan menyaksikan acara ini dibuka gratis untuk umum, sedangkan bagi yang mengikuti work shop dan makan siang dikenai administrasi sebesar Rp 20.000 per orang. Acara itu selain pameran galeri yang juga diadakan di Kampung Seni Lerep akan ditutup pada Minggu (3/10).

( Yulianto / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
23 Februari 2012 | 08:36 wib
Dibaca: 42
23 Februari 2012 | 08:26 wib
Dibaca: 55
23 Februari 2012 | 08:16 wib
Dibaca: 71
23 Februari 2012 | 08:05 wib
Dibaca: 74
23 Februari 2012 | 07:55 wib
Dibaca: 73
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
21 Februari 2012 | 15:30 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
FOOTER