
Kajen, CyberNews. Seperti tahun-tahun sebelumnya, syawalan di Linggoasri, Kabupaten Pekalongan tahun ini akan mengusung megono gunungan. Diperkirakan 10.000 pengunjung memadati wana wisata Linggoasri pada Syawalan yang akan digelar besok, Jumat (17/9).
Kepala Dinporaparbud, Mohammad Zaki SIP menjelaskan, ada satu megono gunungan dengan garis tengah 2 meter, serta tumpeng nasi kuning yang akan dikirab dan diperebutkan pada warga dalam acara tersebut, disamping 2.000 bungkus nasi megono dengan lauknya.
Bupati Dra Hj Siti Qomariyah MA akan membuka Syawalan di objek wisata tersebut. Acara juga mengundang Muspida Kabupaten Pekalongan serta tokoh agama dan masyarakat Desa Linggoasri untuk mengikuti kirab. Peserta kirab akan diberangkatkan dari Balai Desa Linggoasri, pukul 07.30 hingga sampai di lapangan desa itu sekitar pukul 08.00.
"Setelah itu, menunggu tamu undangan dan kirab dilanjutkan menuju pintu masuk objek wisata Linggoasri," tutur Zaki. Kirab menempuh jarak sekitar satu kilometer.
Selain menggelar kirab budaya dengan megono gunungan sebagai ikon, Syawalan kali ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan grup band Notku dari Pekalongan, hiburan tari tradisional dan modern, serta fashion show dan orkes dangdut yang diselenggarakan oleh event organizer.
Tiket masuk ke objek wisata Linggoasri pada saat Syawalan Rp 3.500 per orang untuk dewasa dan Rp 1.500 untuk anak-anak, belum termasuk tiket menonton hiburan. Pada hari biasa, tiket masuk Rp 1.500 untuk dewasa dan Rp 500 untuk anak-anak.
Zaki mengatakan, untuk mengantisipasi adanya penumpukan massa di sekitar lokasi acara, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian, Dishubkominfo dan Satpol PP.
Selain bisa menikmati hiburan yang digelar EO, pada Syawalan, pengunjung objek wisata Linggoasri bisa memanfaatkan fasilitas kolam renang, menikmati pemandangan kebun binatang mini, mencoba berwisata alam dengan menunggang gajah, atau berpetualang dengan motor ATV.
( Siti Kholidah / CN12 )