
Solo, CyberNews. Komandan Kodim 0727 Karanganyar Letkol Inf Lilik Sutikno mengakui telah melakukan pemukulan terhadap Triyono, salah seorang wartawan Solopos.
Ditemui di sela-sela klarifikasi ke Kantor Solopos Letkol Lilik mengakui khilaf. Hal itu terjadi karena dia tidak bisa menahan emosi ketika institusi yang dipimpinnya disebutkan menerima aliran dana GLA.
"Benar saya melakukan itu (mukul-red). Itu semua karena mas Triyono saat saya tanya bersikukuh mengatakan ada aliran dana ke Kodim dan Polres. Tetapi saat saya klarifikasi anggota saya (Pasi Intel) yang juga hadir dalam sidang mengatakan, saksi Ninik tidak menyebutkan itu," ungkap Dandim.
Selain itu, lanjut dia, anggotanya juga sudah dia perintahkan untuk klarifikasi langsung pada Ninik yang menjadi saksi di persidangan. Hasilnya, Ninik mengatakan tidak pernah mengatakan ada aliran dana ke Polres dan Kodim.
"Karena saya tidak kuat menahan emosi, saya menampar Triyono. Karena dia menghindar sehingga kena mata kirinya," aku Dandim.
Saat ditanya apakah pukulan atau tamparan itu lebih dari sekali, Dandim mengakui lebih dari sekali. Berkait dengan ancaman yang katanya juga dilakukan, perwira dengan pangkat dua melati di pundak ini menegaskan tidak. "Saya hanya bilang saat itu, kenapa mas Tri benci sekali dengan TNI. Apakah anda dari keluarga PKI. Terus saya perintahkan anggota untuk menelusuri siapa orang tuanya Tri. Apakah itu ancaman, ya mangga," terangnya.
Namun dia mengaku siap menerima segala risiko atas tindakan yang sudah dilakukan tersebut. "Siap tidak siap, saya sudah siap menerima risikonya. Karena itu, kedatangan saya ke sini untuk minta maaf pada Solopos, Triyono dan wartawan atas kesalahan saya," ungkap Dandim.
( Heru Susilo / CN12 )