
Semarang, CyberNews. Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Jateng telah mampu menyumbang devisa yang cukup besar ke bangsa ini. Berdasarkan data yang dilaporkan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jateng, dana remitensi (pengiriman uang) ke keluarga TKI di tanah air mencapai Rp 16 triliun per tahun.
"TKI terbesar berasal dari Jateng dan Jatim. Tahun 2009, remitensi yang dikirimkan TKI Jateng mencapai Rp 16 triliun," terang Koordinator Pemulangan TKI di Bandara Ahmad Yani, Inong, Senin (6/9).
Menurutnya, untuk memperoleh kartu tenaga kerja luar negeri TKI diharuskan memiliki rekening di bank. Dari uang yang dikirimkan ini, bisa diketahui berapa devisa yang dihasilkan buruh migran ini .
Tak hanya mereka yang bekerja di sektor informal saja tapi juga informal wajib memiliki rekening tabungan. Saat ini ada lima bank yang ditunjuk sebagai penghimpun remitensi TKI. Yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Pos Indonesia, dan Bank Niaga.
Inong menyebutkan, jumlah TKI di Jateng berkisar antara 3 juta- 3,5 juta. Menurutnya, jumlah ini dari tahun ke tahun cenderung meningkat.
Sementara itu, Branch Manager Bank Mandiri Cabang Candi Baru, Semarang, Monika Budi Rahayu mengatakan, ada 1,5 juta nasabah TKI asal Semarang dan sekitarnya yang membuka rekening di bank tersebut. Dari sekian negara tujuan TKI, hanya
dari Malaysia yang nilai remitensinya terkecil.
Enam cabang Bank Mandiri Internasional Remiten yang dibuka di Malaysia cenderung hanya 'dilewati'. Beda halnya dengan yang ada di Hongkong ataupun Taiwan,cenderung uag para TKI ini mengendap.
"Dimungkinkan karena faktor jarak yang dekat,cenderung TKI dari Malaysia membawa langsung uang hasil kerja mereka. Selain itu dari standar upah, gaji mereka merupakan yang paling kecil sehingga mudah habis untuk kebutuhan konsumtif," tukasnya.
( Hartatik / CN26 )