
Semarang, CyberNews. Perkembangan musik terutama beraliran populer atau pop saat ini di Indonesia termasuk di Jawa Tengah berada dalam titik kritis.
Pendapat itu terlontar pada seminar perkembangan musik dari praktisi musik, Bambang Iss yang diselenggarakan Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) yang bertempat di Gedung Pers Jawa Tengah di Jalan Tri Lomba Juang, Semarang, beberapa waktu lalu.
Mengingat kurun beberapa tahun terakhir ini iklim dunia musik popoler semakin tidak ketahuan juntrungnya, artinya bergitu terkenal, dalam hitungan bulan saja lantas sudah tenggelam lagi.
Selain itu, Bambang Iss mengatakan kini di belantika musik kita kondisinya jauh lebih buruk dari tahun 1980-an. Ketika itu semangat inovasi masih ada di dalam diri para seniman musik. “Namun dengan munculnya beberapa lomba cipta lagu, festival lagu pop, bintang radio dan televisi, merupakan fenomena yang menarik dan menggembirakan”, ujarnya.
Sementara itu, menurut Heru Emka (pengamat musik) lebih banyak berbicara tentang kekuatan lirik dalam lagu. Meskipun Heru tak menampik banyak syair lagu-lagu Indonesia yang buruk, tetapi banyak juga yang bagus. “Saya sering menemukan lirik-lirik lagu Indonesia yang sederhana, lembut, indah, dan komunikatif," tandasnya.
Sedangkan Jais Adilluhung (komponis) mengatakan dia sangat kagum dengan para komponis kita yang bisa berekpresi menghasilkan karya musik yang baik. Hanya saja agar meningkatkan lagi skill mereka sehingga mampu bersaing dengan musik dari luar negeri. "Sehingga bisa produktif dantetap eksis," jelasnya.
Bukan Event Organizer
Di kesempatan itu, Sekretaris DKJT, Gunoto Saparie mengatakan DKJT bukanlah semacam event organizer (EO) dalam melakukan aktivitasnya. DKJT adalah mitra Pemprov Jateng sebagai penyumbang pemikiran dan ide dalam penetapan kebijakan pembinaan kesenian di wilayah ini.
"Seminar perkembangan musik ini menjadi penting kalau hasil-hasilnya bisa menjadi semacam rekomendasi dan sumbangan pemikiran bagi eksekutif dalam upaya pembinaan musik di Jateng. Sehingga DKJT bisa berperan sesuai dengan fungsinya," katanya.
Sedangkan Ketua Komite Musik DKJT, Bambang Suprayogi berharap dengan diadakan seminar ini tumbuh generasi muda komponis di Jateng yang bisa memperkaya dunia permusikan di Indonesia. Sehingga acara ini tidak sia-sia dan bermanfaat untuk perkembangan musik terutama di Jateng.
( Yulianto / CN13 )