
Solo, CyberNews. Tidak ada acara dialog dengan calon rektor, mengakibatkan warga kampus Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) merasa kecewa. Saat sosialisasi mereka hanya diminta datang dan mendengarkan paparan biodata singkat para calon.
"Kalau hanya seperti ini, buat apa? Toh akhirnya kita sehari-hari juga sudah mengenal. Mestinya kalau memang ingin meminta partisipasi warga kampus, ada sesi dialog, sehingga kita mengenal betul apa maunya calon," kata salah seorang dosen, Senin (6/9).
Kesepuluh calon rektor UNS memang diajak road show ke 9 fakultas, kantor pusat dan juga ke Program Pascasarjana. Mereka dikenalkan kepada warga kampus, baik dosen, karyawan maupun mahasiswa. Hanya saat di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Hukum saja mereka disambut antusias. Setelah itu, sosialisasi berjalan begitu saja, tanpa greget.
Dosen yang tidak mau disebut namanya itu mengatakan, jika seperti ini maka partisipasi yang diharapkan pada 20 September mendatang, dengan meminta para mahasiswa, dosen dan karyawan memberikan suara memilih para calon, tidak akan
maksimal.
"Paling-paling hanya 10% saja. Itupun kalau mahasiswa malah hampir tidak ada, kecuali sengaja dikerahkan dengan menakut-nakuti mereka dan mengaitkan dengan kuliah. Kalau kesadaran sendiri berdemokrasi, kecil. Paling karyawan," terang dia.
Dosen yang lain mengatakan, tidak adanya dialog kemungkinan karena disengaja. Sebab dalam pemilihan nanti, hak penuh ada di tangan Senat Universitas. Warga kampus hanya berkontribusi memilih dari 10 menjadi 9 orang saja.
"Kalau seperti itu ya tidak usah dikenalkan saja. Nanti kita tahunya sudah jadi, sudah terpilih rektornya. Ini hanya semu saja sepertinya melibatkan warga kampus, padahal tidak sama sekali," tegasnya.
Hal yang sama dikemukakan Berry Nur Arif, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS. Dia kecewa karena rencana ada dialog dengan memanelkan para calon rektor dihapus.
"Ya, jadinya seperti ini saja, dibawa keliling fakultas, dikenalkan di depan dosen dan karyawan atau mahasiswa yang mau hadir. Setelah itu selesai. Tidak ada tanya jawab barang satu pertanyaanpun," kata dia.
Ketua Panitia Persiapan Pemilihan Calon Pimpinan Universitas (P3CPU) Prof Dr Joko Nurkamto mengatakan, sedianya memang akan digelar dialog. Namun karena ternyata tidak mendapat persetujuan Rektor, akhirnya ditiadakan.
"Memang acaranya hanya sosialisasi, tidak ada kampanye atau dialog. Paling tidak mengenalkan saja para calon kepada para warga kampus," kata dia.
( Joko Dwi Hastanto / CN12 )