
Grobogan, CyberNews. Setelah dibukanya kembali dua lajur pada empat titik proyek pembetonan jalan provinsi yang menghubungkan Purwodadi-Semarang, Jumat (3/9), arus lalu lintas kembali normal tanpa antrean kendaraan.
Empat titik proyek pembetonan tersebut berada di Desa Putat Kecamatan Purwodadi, Desa Penawangan Kecamatan Penawangan, Desa Bringin Kecamatan Godong, dan Desa Tinanding Kecamatan Godong. Selama tiga bulan terakhir, pada lokasi proyek pembetonan jalan yang masing-masing berjarak 500-1000 meter tersebut digunakan sistim buka tutup bagi kendaraan yang lewat.
Jadwal pembukaan dua lajur tersebut sesuai rencana dari Dinas Bina Marga Provinsi Jateng atas permintaan Polres Grobogan, agar pada H-7 hingga H+7 Lebaran sudah tidak ada lagi sistim buka tutup jalan.
"Dua hari ini (Jumat dan Sabtu), saya sengaja melakukan patroli untuk memantau apakah sudah dibuka dua lajur seperti yang disanggupi Dinas Bina Marga. Kami akhirnya lega bahwa permintaan tersebut bisa dipenuhi," kata Kapolres Grobogan AKBP Eko Wahyudi Krisgiono SIK MSi melalui Kasatlantas AKP Patmo Supriyadi SH, Sabtu (4/9).
Namun, saat melakukan pengecekan pada Jumat (3/9), Kasatlantas masih menemukan adanya warga yang melakukan sistim buka tutup dengan harapan mendapat imbalan dari pengguna jalan. Sebelumnya, ditegaskan Kapolres, pihaknya akan membuka paksa penutupan satu lajur pada saat H-7 hingga H+7 Lebaran.
"Jalur ini merupakan alternatif Semarang-Surabaya. Kepadatan lalu lintas di Pantura menyebabkan para sopir dan pengguna jalan lain, terutama pemudik memilih jalur ini sebagai alternatif," jelas Kasatlantas.
Untuk memastikan selalu dibukanya dua lajur sepanjang Purwodadi-Semarang, pihaknya akan menerjunkan petugas pemantau jalan setiap harinya. Selain itu, telah disiapkan drum sebagai penanda pembatas jalan yang memiliki beda tinggi.
Terpisah, Sawit (42), sopir truk ekspedisi yang ditemui di SPBU Pulorejo, mengatakan, dengan dibukanya dua lajur, maka dirinya bisa menempuh perjalanan lebih cepat dari sebelumnya. "Sewaktu masih dibuka tutup, waktu tempuh Purwodadi-Semarang lebih dari dua jam. Tetapi kalau normal seperti saat ini, paling-paling hanya satu setengah jam," tutur bapak tiga anak asal Bojonegoro, Jatim ini.
( Dheky Kenedi / CN16 )