
Semarang, CyberNews. Banyaknya pusat perbelanjaan modern di Semarang tak menyurutkan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan Lebaran di Pasar Johar. Terbukti, tepat seminggu sebelum Lebaran pengunjung di pasar Johar membludak.
Kerumunan pengunjung yang berdesak-desakan terlihat di kios penjual pakaian di tepi jalan maupun bagian dalam pasar. Tak hanya itu, kondisi tersebut juga terlihat dari banyaknya sepeda motor yang diparkir berjejer di pinggir jalan. Hal itu menyebabkan arus kendaraan yang melintas di depan Pasar Johar tersendat. Beberapa barang yang biasanya hanya muncul di masa Lebaran, tampak memenuhi sepanjang ruas jalan Pasar Johar.
Suriyah (35), warga Muktiharjo Kidul pedagang barang-barang plastik di Pasar Johar mengaku menyesuaikan kondisi. Jika di hari biasa, ia menggunakan kiosnya untuk berdagang ember, menjelang lebaran ini berganti display. Ia menambahkan item toples dari berbagai barang dari jenis bahan plastik, kaca, dan mika.
"Menjelang lebaran, toples merupakan salah satu barang yang paling diburu. Tempat aneka makanan itu diminati pembeli untuk tempat suguhan tamu tentunya biar rapi dan indah," ungkap Suriyah, Minggu (5/9).
Kebutuhan lainnya, yang diserbu pembeli saat menjelang lebaran adalah sektor sandang, termasuk kain pakaian. Peningkatan permintaan terjadi selama 3 bulan sebelum Lebaran ini.
Sanjaya Setiawan, pemilik Sanjaya Embrodied Toko Kain dan Bordir di Pasar Johar mengatakan, tahun ini kain bermotif yang paling banyak diburu adalah jenis Kebaya dan batik. "Peminat kain batik meningkat hingga 80 persen," jelasnya.
Tingginya minat masyarakat membeli barang-barang keperluan lebaran ini didorong perilaku masyarakat yang ingin terlihat bersih dan rapi pada Idul Fitri. "Sudah menjadi tradisi mengenakan pakaian baru saat Lebaran. Walaupun murah, asal bersih dan bagus," ujar Sri Wahyu (35) warga Tlogosari ini.
Ketua Himpunan Persatuan Pedagang Yaik Semarang (HIMPPYS) Mudatsir mengatakan, meski membludak, pihaknya tidak bisa memperkirakan besaran perputaran uang yang ada di pasar tersebut menjelang Lebaran ini. Biasanya para pedagang kecil bisa meraup omzet harian Rp 1,5 sampai Rp 3 juta. Namun adapula yang sehari tak laku sama sekali.
"Meski begitu, kami masih berharap ada kegairahan perdagangan menjelang Lebaran pada H-6 ini," ujarnya.
( Fista Novianti / CN16 )