panel header
NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 September 2010 | 16:25 wib
Diduga Ada Mafia Perbankan dalam Pemilihan Gubernur BI

Jakarta, CyberNews. Pengusutan kasus suap dalam pemilihan Miranda S Goeltom harus membongkar dugaan keterlibatan mafia perbankan. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki Minggu (5/9).

Menurutnya, dugaan keterlibatan mafia perbankan dalam kasus ini dapat dibongkar dengan mengungkap penyandang dana yang digunakan untuk menyuap sejumlah anggota dewan. Sebab, 480 cek perjalanan dengan nilai mencapai Rp 24 miliar tersebut tidak mungkin hanya melibatkan perorangan.

"Kami mengharapkan kasus ini dapat membongkar praktik mafia perbankan," ujar Teten. Dia menambahkan, pemilihan Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) erat kaitannya dengan fungsi pengawasan bank.

"Nilai suapnya sangat besar, kecil kemungkinan hanya melibatkan perorangan dalam kasus ini," tegasnya.

Mengenai sering disebutnya peran Nunun Nurbaeti dan Miranda dalam kasus ini, Teten menduga ada peran pihak lain dalam kasus ini. Meski, lanjut Teten, kedua orang tersebut tetap memiliki peran terjadinya suap.

Untuk itu, dia meminta para tersangka jujur dalam penyidikan dan persidangan agar memudahkan mengusut tuntas kasus ini. "Para tersangka harus jujur mengungkap asal cek perjalanan," ujarnya.

Sementara, soal telah ditetapkan 26 tersangka baru oleh KPK, Teten berpendapat, upaya penahanan harus segera dilakukan. Alasannya, di antara tersangka masih aktif menjadi anggoda DPR. Bahkan ada yang menjadi Anggota Komisi III (Bidang Hukum) yang akan memilih pimpinan KPK  menggantikan Antasari Azhar.

"Saya khawatir, jika tidak segera ditahan akan mengganggu proses pemilihan pimpinan KPK, Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto," katanya.

Sebelumnya, KPK membuat langkah mengejutkan terkait pengembangan kasus suap pemilihan Miranda. KPK menetapkan 26 tersangka sekaligus. Mereka berasal dari tiga prtai, PDIP, Golkar, dan PPP.

 

( Mahendra Bungalan / CN16 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 232
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 298
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 148
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 263
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 148
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER