
Jakarta, CyberNews. Pengusutan kasus suap dalam pemilihan Miranda S Goeltom harus membongkar dugaan keterlibatan mafia perbankan. Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki Minggu (5/9).
Menurutnya, dugaan keterlibatan mafia perbankan dalam kasus ini dapat dibongkar dengan mengungkap penyandang dana yang digunakan untuk menyuap sejumlah anggota dewan. Sebab, 480 cek perjalanan dengan nilai mencapai Rp 24 miliar tersebut tidak mungkin hanya melibatkan perorangan.
"Kami mengharapkan kasus ini dapat membongkar praktik mafia perbankan," ujar Teten. Dia menambahkan, pemilihan Miranda sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) erat kaitannya dengan fungsi pengawasan bank.
"Nilai suapnya sangat besar, kecil kemungkinan hanya melibatkan perorangan dalam kasus ini," tegasnya.
Mengenai sering disebutnya peran Nunun Nurbaeti dan Miranda dalam kasus ini, Teten menduga ada peran pihak lain dalam kasus ini. Meski, lanjut Teten, kedua orang tersebut tetap memiliki peran terjadinya suap.
Untuk itu, dia meminta para tersangka jujur dalam penyidikan dan persidangan agar memudahkan mengusut tuntas kasus ini. "Para tersangka harus jujur mengungkap asal cek perjalanan," ujarnya.
Sementara, soal telah ditetapkan 26 tersangka baru oleh KPK, Teten berpendapat, upaya penahanan harus segera dilakukan. Alasannya, di antara tersangka masih aktif menjadi anggoda DPR. Bahkan ada yang menjadi Anggota Komisi III (Bidang Hukum) yang akan memilih pimpinan KPK menggantikan Antasari Azhar.
"Saya khawatir, jika tidak segera ditahan akan mengganggu proses pemilihan pimpinan KPK, Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto," katanya.
Sebelumnya, KPK membuat langkah mengejutkan terkait pengembangan kasus suap pemilihan Miranda. KPK menetapkan 26 tersangka sekaligus. Mereka berasal dari tiga prtai, PDIP, Golkar, dan PPP.
( Mahendra Bungalan / CN16 )