panel header
BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 September 2010 | 11:56 wib
Kebijakan Wajib Pakai Lurik Turunkan Omzet Batik Tulis

Rembang, Cybernews. Kebijakan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Bibit Waluyo mewajibkan memakai batik tenun lurik bagi PNS, mulai berimbas pada produksi batik tulis lokal. Di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, omzet penjualan batik tulis di showroom batik tulis lasem mulai mengalami penurunan drastis.

Santoso, Ketua Koperasi Batik Lasem menyebutkan, penurunan paling mencolok terlihat selama Agustus lalu. Jika sebelumnya nilai transaksi batik tulis lasem mencapai Rp 30 juta hingga Rp 40 juta/bulan, saat ini angkanya jauh menurun. “Nilai transaksi Agustus lalu tak lebih dari Rp 15 juta. Awal bulan ini bahkan showroom cenderung sepi,” terangnya.

Bahkan, lanjut dia, pedapatan penjualan di ruang pamer batik bulan Agustus lalu itu, tak mampu menutup biaya produksi dan tenaga penjualan. “Bulan lalu pengurus bahkan harus tombok, karena penjualan tak menutup biaya yang dikeluarkan,” katanya.

Karena keluar kebijakan ini, para PNS kemudian lebih memilih membelanjakan uangnya untuk membeli “seragam” barunya. “Padahal di kalangan PNS Rembang sebelumnya lebih suka membelanjakan uangnya untuk membeli batik tulis lasem,” katanya.

Agar tren penurunan penjualan batik tulis di pasaran lokal ini tak berlarut, pihaknya berharap pemkab setempat mengambil langkah untuk menyelamatkan industri batik tulis lokal. “Kami lihat dulu perkembangan pasar satu atau dua bulan ke depan. Kami berharap pasar lokal kembali bagus pada satu bulan mendatang,” harapnya.

Secara terpisah, Kabag Humas Pemkab Rembang Suyono menyebutkan, selama ini pemkab tak pernah mewajibkan pegawai untuk mengenakan batik lurik. “Pemkab sendiri sejauh ini belum mengeluarkan peraturan yang mewajibkan para PNS mengenakan batik lurik pada Hari Jum’at dan Sabtu. Memakai batik tulis pun tak apa-apa,” tegasnya.

( Saiful Annas / CN12 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 232
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 298
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 148
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 262
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 148
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER