
Gianyar, CyberNews. Balai Arkeologi Denpasar mengevakuasi kerangka manusia prasejarah yang ditemukan dalam sarkofagus, peti jenazah dari batu, di Subak Saba, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali.
"Setelah kami teliti hampir seminggu, pagi ini kami evakuasi dua sarkofagus, yakni kerangka manusia yang utuh dan yang sudah menjadi serpihan tulang," kata Dra Ayu Kusumati, peneliti dari Balai Arkeologi Denpasar, di Gianyar, Jumat (3/9).
Menurut Ayu Kusumati, tulang belulang manusia itu akan disimpan di Balai Arkeologi Denpasar. Sedangkan sarkafogusnya akan disimpan di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh.
Sebelumnya, Tim Peneliti Sarkofagus di Desa Keramas, yang dipimpin Dewa Kompyang Gede, menemukan dua sarkofagus dengan ukuran berbeda di Subak Saba, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Sabtu (28/8).
"Satu sarkofagus merupakan peti mati tipe kecil dengan ukuran panjang 150 cm dan lebar 50 cm. Sedangkan satu lagi ukuran besar dengan panjang 100 cm dengan lebar lebih 12 cm," kata Dewa Kompyang Gede.
Ia mengungkapkan, pada kedua sarkofagus itu ditemukan kerangka manusia. "Satu sarkofagus berisi tulang-belulang kerangka manusia utuh, satu lagi berisi tulang-belulang yang sudah remuk," jelasnya.
Selain sarkofagus, kata Dewa Kompyang, tim itu juga menemukan kendi tua di sebelah tengkorak manusia yang dikubur terlentang itu. "Sedangkan pada sarkofagus yang satu lagi hanya ditemukan pecahan kendi," imbuh dia.
Ia menjelaskan, saat ini jenis kelamin tulang-belulang yang masih utuh diidentifikasi berkelamin laki-laki. Sedangkan untuk tulang belulang yang remuk tak bisa diteliti.
( Ant / CN16 )