
Semarang, CyberNews. PT Jasa Marga Tbk Cabang Semarang selaku pengelola jalan tol di Kota Semarang menyatakan siap menyambut para pemudik yang melintas di jalur bebas hambatan tersebut. Pernyataan itu disampaikan Kepala PT Jasa Marga Tbk Cabang Semarang, Ir Supratowo melalui Kabag Operasi Carles Lendra, Kamis (2/9).
Kesiapan itu antara lain berupa penambahan personel dan sarana kendaraan. Dari segi kesiapan kendaraan adalah mobil patroli (3 unit), mobil PJR (2), derek (2), ambulan (1) mobil penyelamat (1), tangki (1) dan crane (1).
Sementara dari segi personel disiapkan antara lain untuk pelayanan lalu lintas sebanyak 84 orang terdiri atas kepala sub bagian manajemen lalu lintas (1 orang), kepala shift patroli (5), patroli (18), PIK (5), PJR (13), pasukan rescue (3), ambulan (8), derek (6) tangki air (2) dan satuan pengamanan (23) serta satu orang kepala sub bagian pemeliharaan dan 11 orang teknisi. "Mereka akan bertugas pada H-7 hingga H+7 Lebaran," kata Carles.
Pihaknya juga menyiapkan posko Lebaran di Kantor Manyaran yang menyediakan data lalu lintas, peta lebaran serta obat obatan yang bisa digunakan pemudik ketika beristirahat di sana. Pihaknya juga bekerjasama dengan sejumlah rumah sakit di Semarang untuk penanganan kesehatan. Pihaknya juga mengganti rambu penunjuk arah yang sudah tidak terbaca serta pos pemandu bagi pengguna jalan.
Selain itu mengoptimalkan kantin, mushola, tempat parkir dan kamar mandi di semua gerbang tol di Semarang. "Tahun ini, arus mudik di tol Semarang akan lebih lancar di banding tahun-tahun sebelumnya. Hal itu seiring selesainya proyek pelebaran ruas jalan tol dari satu jalur menjadi dua jalur yang dimulai ujung masuk Tol Krapyak hingga Jatingaleh," kata dia didampingi Agung Purwanto, Humas PT Jasa Marga Tbk Cabang Semarang.
Jasa Marga juga telah membuat rambu prisma tambahan yang akan diletakkan di ujung pertigaan sebelum masuk jalan tol. Ada tiga lokasi yang dipasang rambu prisma, yakni jalan tol Krapyak, Srondol, dan Muktiharjo. Selain itu sejumlah papan info dipasang di gerbang-gerbang tol. "Dengan kesiapan itu semua, kami mengharapkan tidak ada kecelakaan, baik ringan maupun berat di jalan tol," harapnya.
Mengenai puncak arus mudik lebaran tahun ini, dia memperkirakan terjadi pada H-2 Lebaran yakni pada Rabu (8/9). Saat itu kendaraan yang melintas diprediksi mencapai 123.496 atau naik 45 persen dibanding dari arus lalu lintas normal sepanjang tahun 2010 sebanyak 84.688.
( Rosyid Ridho / CN13 )