
Kabul, CyberNews. Gubernur bank sentral Afghanistan mengatakan kepada BBC dia tidak akan membiarkan bank swasta terbesar di negara itu bangkrut.
Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah dua eksekutif Bank Kabul mengundurkan diri setelah muncul tuduhan korupsi dan salah urus. Tindakan ini membuat para nasabah antri di luar bank untuk menarik uang mereka.
Bank ini dianggap penting karena menangani pembayaran gaji pegawai pemerintah. Bank Kabul dikhawatirkan memiliki hutang sangat besar sehingga tidak mampu membayar.
Koran The New York Times dan The Wall Street Journal melaporkan hari Rabu bahwa kerugian Bank Kabul melebihi $300 juta, jumlah yang lebih besar daripada aset bank itu. Seandainya Bank Kabul bangkrut, dampaknya akan besar bagi perekonomian Afghanistan.
Hutang tidak terbayar
Ratusan ribu nasabah termasuk sebagian besar pegawai negeri akan terkena dampak masalah bank ini. Sampai sejauh ini, kepanikan besar dapat dihindari tetapi skala hutang Bank Kabul masih belum jelas.
Gubernur Bank Sentral Abdul Qadir Fitrat mengatakan dalam konferensi pers bahwa mantan pimpinan bank Sherkhan Farnood dan Khalilullah Ferozi secara sukarela mengundurkan diri karena berdasarkan reformasi baru hanya bankir profesional yang diizinkan memegang jabatan operasional.
Fitrat mengakui pada sejumlah cabang para nasabah menuntut penarikan dana sehingga menimbulkan masalah. Tetapi Fitrat mengatakan kepada wartawan BBC di Kabul, Mark Dummett bank sentral akan menyetor dana tambahan agar tidak masyarakat tidak cemas.
( BBC / CN13 )