
Semarang, CyberNews. Krisis hubungan antara RI-Malaysia saat ini, disikapi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dengan menolak menerima mahasiswa dari Negara Jiran tersebut pada tahun ajaran 2010/2011.
Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Undip Sukinta SH MHum mengatakan, sebenarnya ini merupakan kebijakan Rektor Undip Prof Dr Susilo Wibowo MS Med SpAnd pada tahun ajaran lalu. "Namun karena hingga saat ini hubungan Indonesia-Malaysia terus meruncing, pihak kami terus serukan dan laksanakan kebijakan tersebut," ujarnya.
"Secara normatif perguruan tinggi di Indonesia memperbolehkan menerima mahasiswa asing, namun Undip memilih tidak menerima mahasiswa Malaysia, meskipun itu didanai dari beasiswa pendidikan Indonesia," lanjutnya.
Dikatakannya, sikap rektor saat tahun ajaran baru 2009/2010 lalu bukanlah pernyataan yang emosional, namun pihaknya melakukan atas dasar wujud nyata dalam mengekspresikan rasa nasionalisme.
Hingga saat ini, kata Sukinta, mungkin masih ada satu atau dua mahasiswa yang masih menempuh ilmu di Fakultas Kedokteran Undip, namun namun untuk tahun ini sudah tidak ada lagi mahasiswa baru dari Malaysia. "Kalau mahasiswa Malaysia yang sudah masuk sebelum tahun ini memang masih ada, dan mereka tetap diberi kesempatan untuk menyelesaikannya," ungkapnya.
Undip mendesak agar pemerintah Indonesia menerapkan diplomasi yang lebih tegas dalam mensikapi klaim budaya, pelecehan para TKW, dan masalah yang mengusik negara Indonesia lainnya.
Sukinta menambahkan, dari fakta tersebut membuat hubungan kedua negara tidak nyaman terhadap kedaulatan, bahkan banyak dosen yang ditarik kesana sehingga membuat negera Indonesia rugi.
( Anggun Puspita / CN16 )