panel header
NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
EKSPRESIKAN SAYANGMU... Ngucapin Valentine dapat hadiah? Yok Ikutan...!! Caranya mudah: (1) Bikin video ucapan kasih sayang durasi 1 menit. (2) Kirimkan ke wall facebook Suara Remaja atau share link Youtube ucapan kamu ke email suararemaja@ymail.com. Dapatkan modem, handphone, goodiebag, dan masih banyak lagi hadiah menarik. Ayo...buruan sekarang juga...!!
panel iklan Hosrizon
panel main 1
01 September 2010 | 16:38 wib
Program Normalisasi Sungai Disinyalir Bermasalah
image

Kulonprogo, CyberNews. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo tidak bisa berbuat banyak menyikapi indikasi
ketidakberesan pelaksanaan program normalisasi sungai oleh rekanan. Rekanan disinyalir berbuat curang dengan menjual material dari sungai berupa pasir, batuan, dan tanah. Kewenangan Pemkab sangat terbatas untuk menindaklanjutinya.

Staf bidang Pertambangan Disperindag dan ESDM Lilik Kurniawan mengatakan, permasalahan yang terjadi tersebut dilematis. Pasalnya permasalahan pertambangan sungai ditangani oleh balai besar sehingga Pemkab tidak memiliki kewenangan untuk menindak terjadinya pelanggaran. "Material dari sungai itu seharusnya tidak boleh dibawa keluar. Kita berharap ada pajak yang masuk ke daerah. Tapi dinas memang tidak bisa berbuat apapun karena kewenangannya ada di Pemerintah Provinsi," kata dia.

Lilik menambahkan, pihaknya telah melakukan pemantauan untuk proyek normalisasi di Sungai Serang. Berdasarkan pantauan, material yang dikeluarkan dari sungai hingga beberapa puluh truk setiap harinya. Disinyalir rekanan proyek menjual material tersebut. "Tapi untuk proyek di Sungai Progo, dinas belum mengetahui. Dinas akan segera menindaklanjuti temuan yang ada di lapangan," ujarnya.

Program normalisasi sungai tersebut dilaksanakan di dua lokasi yaitu di sepanjang aliran Sungai Serang dan di Sungai Progo selatan jembatan Srandakan. Proyek itu berada dibawah kewenangan Pemerintah Provinsi DIY dan Balai Besar Sungai Serayu dan Opak.

Menanggapi masalah itu Komisi I DPRD berencana melakukan rapat koordinasi dengan mengundang rekanan proyek, balai besar, dan pihak eksekutif. Sekretaris Komisi I DPRD Priyo Santoso mengatakan, bila permasalahan tersebut dibiarkan akan menimbulkan kerugian bagi Kulonprogo. Sebab material pasir dari Sungai Progo memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

( Panuju Triangga / CN14 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
11 Februari 2012 | 23:58 wib
Dibaca: 203
11 Februari 2012 | 23:45 wib
Dibaca: 226
11 Februari 2012 | 23:35 wib
Dibaca: 145
11 Februari 2012 | 23:20 wib
Dibaca: 250
11 Februari 2012 | 23:05 wib
Dibaca: 148
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
02 Februari 2012 | 07:35 wib
01 Februari 2012 | 19:18 wib
01 Februari 2012 | 23:31 wib
FOOTER