
Baghdad, CyberNews. Perdana menteri Irak mengatakan negaranya "merdeka" di hari Amerika Serikat secara resmi menghentikan operasi tempur di negara itu.
Nouri Maliki mengatakan pasukan keamanan Irak sekarang yang bertanggungjawab menghadapi semua ancaman, baik dari dalam negeri atau ancaman lain. "Irak hari ini berdaulat dan merdeka," ujar Nouri Maliki dalam pidato di televisi.
"Pasukan keamanan kita sekarang berada di depan dalam memastikan keamanan dan menjaga negara ini serta mengatasi seluruh ancaman yang akan dihadapi negara, baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri," lanjutnya.
'Masih diduduki'
Kekerasan di Iran turun dari masa puncak ketika terjadi konflik sektarian tahun 2006-1007, meski jumlah kematian di kalangan warga sipil naik tajam pada bulan Juli 2010.
Serangan terhadap tentara Irak dan polisi lalu lintas di Baghdad dan propinsi Anbar yang hampir terjadi setiap hari menewaskan lebih dari 85 orang dalam tiga minggu pertama bulan Agustus.
Wartawan BBC di Baghdad mengatakan serangan-serangan ini kemungkinan merupakan reaksi dari kelompok yang menyebut diri sebagai Negara Islam Irak (satu organisasi cabang al-Qaeda) terhadap keputusan Amerika Serikat menarik seluruh pasukan tempurnya.
Seorang warga Baghdad mengatakan selama tentara Amerika masih ada di Irak, dia tetap menganggap negaranya diduduki. "Ketika tentara AS paling akhir meninggalkan pangkalan militer di Irak dan tidak ada lagi pangkalan militer AS di negara ini, baru kami bsia mengatakan tentara AS telah ditarik," ujar warga Baghdad Ilifat kepada kantor berita Reuters.
"Sekarang tentara AS masih ada di sini dan negara ini masih diduduki, dan akan tetap dijajah. Negara ini juga terlalu lemah."
Penarikan berkala
Pasukan tempur AS terakhir ditarik dari Irak dua minggu lalu, lebih cepat dari target tanggal 31 Agustus yang telah ditetapkan oleh Presiden Obama sebagai batas waktu pengurangan jumlah tentara hingga di bawah 50.000.
Sekitar 50.000 tentara Amerika akan tetap berada di Irak dan bertugas utama mendukung pasukan negara itu. Mereka tidak akan terlibat dalam misi tempur tanpa permintaan pemerintah Irak.
Angkatan bersenjata Irak masih baru terbentuk. Perlindungan udara bagi operasi angkatan darat masih dilaukan oleh pesawat tempur dan helikopter AS.
Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden berada di Irak dalam kunjungan yang tak diumumkan menjelang penghentian secara resmi misi tempur Amerika di negara itu pada hari Selasa tengah malam waktu setempat.
Sementara itu di Amerika Serikat, Presiden Barack Obama akan berpidato di depan televisi mengenai Irak.
( BBC / CN13 )