
Tegal, CyberNews. Tanggul Sungai Ketiwon di Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal yang ambles sekitar 60 meter dengan kedalaman mencapai 4 meter mulai diperbaiki, Senin (30/8). Hal itu dilakukan agar kerusakan yang terjadi tidak semakin parah, karena apabila terus dibiarkan mengancam permukiman warga.
Terkait perbaikan tanggul, sejumlah anggota Komisi 3 DPRD Kota Tegal meninjau ke lokasi tanggul yang jebol. Selain itu, juga menyempatkan untujk meninjau proyek peninggian Jl S Parman dan proyek hotmix di Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat.
Ketua Komisi 3 DPRD, Drs HM Nursoleh MMPd mengatakan, pihaknya berharap agar proses perbaikan tanggul dilakukan melalui kajian, sehingga sesuai dengan kondisi di lapangan. Dengan demikian, ketika terjadi hujan lebat tanggul tidak ambles tergerus air sungai.
Menurut dia, meski perbaikan yang dilakukan secara darurat, namun diharapkan tidak bersifat asal-asalan. Sebab, masyarakat yang rumahnya berbatasan langsung dengan tanggul selama ini khawatir kerusakan tanggul semakin parah, sehingga permukiman warga terendam banjir.
Sementara, Sekretaris RW 3 Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Agus Suwarsono mengatakan, perbaikan tanggul telah dilakukan berulangkali, namun hingga kini setiap terjadi hujan lebat tanggul rusak kembali. Kondisi demikian, yang menyebabkan masyarakat tidak bisa hidup tenang. Setiap terjadi hujan lebat air sungai selalu hampir meluap.
"Karena itu, apabila kerusakan tanggul yang kini terjadi tidak dilakukan secara serius air sungai bisa meluap dan merendam rumah warga," katanya.
Ketua Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Ir Gito Musriyono mengatakan, untuk perbaikan dilakukan secara darurat. Sebab, untuk perbaikan permanen tanggul tersebut merupakan wewenang dari BPSDA. Menurut dia, agar tanggul tidak ambles kembali pihaknya akan membetulkan turap serta memperkuat dengan bambu.
( Wawan Hudiyanto / CN26 )