
Purworejo, CyberNews. Arus mudik di wilayah Kabupaten Purworejo sebenarnya belum terlihat, namun jalur selatan ini sudah memakan korban, Senin (30/8).
Satu orang tewas dan tujuh lainnya mengalami luka berat dan luka ringan akibat kecelakaan maut yang terjadi di jalan raya Purworejo-Kebumen KM 20 Pedukuhan Gebang, Desa Wironatan, Kecamatan Butuh, Purworejo.
Mobil kijang Grand Extra warna merah marun bernomor Z 1324 DB yang mengangkut lima penumpang, termasuk sopir bertabrakan dengan truk pengangkut gas elpiji bernomor AA 1586 MD milik PT Dian Kencana Manunggal Abadi Kebumen yang ditumpangi tiga orang.
Korban tewas adalah sopir kijang H Suaeb Abdullah (60) warga RT 01 RW 04 Dukuh II Bapangan Wates Kulonprogo. Korban mengalami luka sangat parah di bagian kepala yang mengalami keretakan akibat benturan dengan bodi mobil.
Saat dievakuasi dari TKP, korban masih bernyawa tapi saat akan ditangani tim medis di rumah sakit (RS) Palang Biru Kutoarjo, korban menghembuskan nafas terakhir.
Korban yang mengalami luka berat berjumlah dua orang, yaitu istri Suaeb, Siti Sri Hidayati alian Ninik (52) yang mengalami luka-luka patah tulang. Korban lainnya, Fitriyah (30), warga RT 3 RW 8 Jayaraga Karogo Kidul Garut. Dia mengalami luka-luka memar di mata sebelah kanan, kepala dijahit delapan, dan siku kanan dijahit enam.
Sedangkan korban luka ringan, dari mobil kijang itu terdiri dari Ngadiman RT 3 RW 2 Mekarwangi Tarugong Kulon Garut. Dia hanya mengalami luka robek di kanan sebelah kanan. Selanjutnya korban ringan adalah Aka (4,5), putera dari Fitriyah. Bocah kecil ini hanya mengalami luka-luka lecet di bagian muka akibat pecahan kaca.
Sementara dari mobil truk, ada tiga korban yang mengalami luka ringan berupa lecet-lecet dan lebam di beberapa bagian tubuhnya. Yaitu sopir Kasiyono (52) warga Bojong Taman Winangun Kebumen, kernet Sarimin (32) warga Tanuharjo Alian Kebumen, dan sales Masrukin (35) warga Kawedusan Kebumen. Ketiganya hanya menjalani rawat jalan.
Pulang Melayat
Kecelakaan ini terbilang sangat tragis. Pasalnya, rombongan mobil kijang itu sebenarnya baru saja pulang melayat ke rumah mertua korban Suaeb di Wates. "Baru saja takziyah dan ini mau pulang ke Garut. Saya tidak tahu persis kronologisnya, tahu-tahu sudah brakkk...terjadi kecelakaan," ujar Ngadiman yang duduk di sebelah depan bagian kiri atau samping sopir.
Dia juga mengaku tidak tahu persis penyebab kecelakaan tersebut. Hanya saja dia membenarkan posisi mobil yang ditumpanginya memang agak melewati markah ke sebelah kanan. "Memang posisinya terlalu menjorok kedalam. Saya tidak tahu itu karena mengantuk atau apa," katanya.
Saksi mata Martono (34) mengungkapkan, mobil kijang tersebut melaju dengan kecepatan cukup tinggi dari arah timur ke barat. Truk pengangkut elpiji juga melacu dengan kecepatan tinggi dari arab barat menuju ke timur. "Posisi kijangnya memang terlalu kanan sehingga serempetan dengan bak truk. Tapi saking kencengnya kijang akhirnya memutar dan rusak sangat parah di bagian kap mobil. Sedangkan posisi truk juga terguling," katanya.
Saksi lainnya Wagino (45) membenarkan posisi mobil kijang yang terlalu masuk kekanan melebihi markah tengah. Akibatnya tersambar kendaraan dari arah belawanan. "Mungkin sopirnya sedag mengantuk," tandasnya.
( Nur Kholiq / CN13 )