
Banyumas, CyberNews. Grunner (59) dan Kopp Epraps (63), dua turis asal Prancis nyaris menjadi korban perampokan saat mobil mereka mogok di jalur selatan Jogjakarta-Bandung tepatnya di Desa Tinggarjaya Kecamatan Jatilawang, Sabtu (28/8) siang.
Aksi perampokan dapat digagalkan, setelah sang sopir atau guide Supardiaytna (35) berani melakukan perlawanan kepada kawanan perampok tersebut. Alhasil, kedua bule yang akan melakukan liburan ke Pengandaran pun tak mengalami kerugian.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, peristiwa itu bermula mobil Avansa Nopol AB 1664 EB mogok di tepi jalan raya Desa Tinggarjaya. Dua turis tersebut tetap berada di dalam mobil, sementara si sopir mengganti ban luar.
Tiba-tiba muncul kawanan perampok yang menggunakan sepeda motor menghampiri mobil tersebut dan langsung menodongkan senjata api laras pendek ke korban. Namun, si sopir yang sedang berada dibawah mobil langsung sigap. Warga Jogjakarta itu langsung melakukan perlawanan, meski perampok itu sudah menakuti dengan cara menembakan peluru ke atas.
"Si sopir sempat melawan dengan menggunakan kunci yang digunakan untuk memasang ban. Kepala perampok malah kena pukul dan bocor," terang Jumadi (50), warga setempat yang mengaku melihat langsung kejadian tersebut.
Sementara dua bule itu berteriak meminta pertolongan warga. Warga yang mendengar teriakan dan suara senjata api langsung mendatangi lokasi. Sementara dua pelaku perampokan itu panik dan langsung kabur menggunakan sepeda motor. "Pistol yang dipakai terjatuh di jalan," kata Jumadi.
Warga kemudian melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Jatilawang. Ketiga korban sebelum melanjutkan perjalanannya ke Pengandaran dibawa ke Polres Banyumas untuk dimintai keterangan seputar kejadian tersebut. Sementara, senjata yang dipakai pelaku kini diamankan sebagai barang bukti kejahatan.
Kapolres Banyumas AKBP Drs RZ Panca Putra melalui Kasat Reskim AKP Zaenal Arifin, mengatakan tidak ada kerugian karena sopir melawan sehingga perampokan bisa digagalkan. "Polisi sedang melakukan penyelidikan dan menyebar anggota ke berbagai titik untuk memburu pelaku," katanya.
( Puji Purwanto , Sigit Oediarto / CN26 )